Kastaf Korem 101 Antasari Pertanyakan Mengapa Barang Bukti Pupuk Ilegal Lenyap

Ribuan pupuk ilegal pernah diamankan oleh Korem 101/Antasari di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih pada bulan April 2018 lalu. Namun kini sebagian pupuk-pupuk ilegal itu dikabarkan “lenyap” dari gudang tempat penyimpanan.

Karena itu Kepala Staf Korem 101/Antasari,  Letkol Inf Rudi pun menanyakan langsung kepada Pelindo III selaku Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang logistik, secara spesifik pada pengelolaan dan pengembangan pelabuhan.

“Kita hanya mengecek kebenarannya, Danrem dapat informasi pupuk ilegal yang ditemukan dan disita tapi malah keluar dari gudang tanpa ada konfirmasi,” kata Rudi saat ditemui Radar Banjarmasin, Selasa (28/8/2918) siang.

Padahal dari Kementerian Pertanian RI sudah jelasnya menyebutkan pupuk tersebut ilegal. Karena pupuk-pupuk yang diangkut menggunakan KM Toyo Maru itu tidak dilengkapi dengan surat menyurat yang sah.

“Kalau kata Menteri Pertanian barang tersebut boleh keluar ya monggo, karena itu kewenangan kementerian pertanian,” ucapnya.

Informasi yang didapat Rudi, pupuk itu dikeluarkan dari gudang B milik Pelindo III Banjarmasin menggunakan truk puso. Waktunya bervariasi, ada siang dan malam hari. Pupuk tersebut kabarnya di bawa dan disimpan di gudang perusahaan yang ada di Batola dan Banjarbaru. “Pupuk itu keluar dari gudang tanggal 8 Agustus 2018,” katanya.

Rudi mengungkapkan pihaknya masih menunggu Perusahaan Bongkar Muat (PBM) memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Sebab informasinya mereka berani mengeluarkan pupuk itu karena sudah dapat surat legalitas.

“Kalau surat itu ditembuskan ke Korem tentu kita tidak bertanya-tanya dong,” sindirnya.

Dikonfirmasi mengenai lenyapnya sebagian pupuk ilegal, Deputi Properti Pelindo III Banjarmasin, Moch Solihin mengaku tidak mengetahui kenapa pupuk-pupuk tersebut sampai keluar dari dalam Gudang B yang disewakan kepada PT Aditya Jaya Mandiri.  “Kita hanya menyewakan saja, urusan bongkar muat itu PBM,” kilahnya.

Menariknya penjelasan Solihin, meski barang sudah diturunkan dari atas kapal ke dalam gudang, segala bentuk kegiatan bongkar muat yang terjadi itu bukan kewenangan Pelindo III melainkan kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Banjarmasin.  “Kegiatan bongkar muat dari gudang ke luar itu kewenangan KSOP,” jawabnya.