Kajari Binjai: “Itu Tidak Benar dan Tidak Berdasar”

Bantah Tuduhan Terdakwa Korupsi Tak Diizinkan Beribadah dan Makan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, mengingatkan penasehat hukum terdakwa dugaan korupsi alat-alat kesehatan di RSUD Dr RM Djoelham Binjai, untuk tidak menebar fitnah yang mencemarkan nama baik kejaksaan. Ia pun membantah keras tuduhan penasehat hukum yang menyebut para terdakwa korupsi alkes itu tidak diizinkan beribadah dan makan. 

“Itu tidak benar dan tanpa dasar. Jangan menebar fitnah yang mencemarkan nama baik institusi kejaksaan,” tegas Victor, Senin (6/8/2018).

Tuduhan terdakwa tidak diizinkan beribadah dan makan, ujar Victor, sangat tendensius. Tuduhan itu juga seolah ingin mencemarkan nama baik kejaksaan yang selama ini dipercaya masyarakat dalam penegakan hukum.

Menurut Kajari, ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengawalan tahanan yang tetap harus dipatuhi oleh para terdakwa saat menjalani masa persidangan dan itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita ada SOP dalam pengawalan tahanan yang mengikuti proses persidangan, jika seorang terdakwa ingin menjalankan ibadah, maka harus izin dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dikawal oleh pengawal tahanan,” tukasnya.

Kajari Victor juga mengungkapkan kalau tuduhan itu bermula dari intrupsi PH terdakwa Suryana Res dan Cipta Depari atas nama Dodi serta PH terdakwa Dr. Mahim yang bernama Dahsyat Tarigan pada sidang Alkes tanggal 2 Agustus 2018 kemarin. Dalam intrupsinya kepada majelis persidangan yang diketuai Hakim Wahyu Prasetyo, mereka keberatan karena kliennya tidak diizinkan untuk beribadah serta makan siang.

“Kejadian ini awalnya dari intrupsi kedua PH para terdakwa yang merasa keberatan karena kliennya tidak diberi makan dan tidak diizinkan untuk beribadah, namun faktanya, terdakwa selalu dikasih kesempatan untuk beribadah, bahkan makan siang tetap kita berikan berupa nasi bungkus, tapi tiga diantara terdakwa yaitu cipta, Suryana Res, Mahim pada kamis tangal 2 kemarin mengatakan sedang berpuasa, jadi yang dibelikan makan hanya terdakwa Teddy dan Suhadiwinata,” ungkap mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung itu.

Pada persidangan kemarin, tutur Kajari, majelis hakim telah mengklarifikasi langsung terkait intrupsi PH para terdakwa kepada JPU
Saat itu, Victor Antonius Saragih Sidabutar menjawab dengan mengatakan prihal tersebut adalah tidak benar dan seakan dibesar-besarkan.

“Dalam sidang kemarin hakim sudah klarifikasi dengan kita, dan saya katakan itu tidak benar dan mengapa PH seperti membesar-besarkan prihal yang selama ini tidak ada masalah. Selain itu juga hakim bertanya ke PH, kepada siapa mereka meminta izin, PH nya menjawab kepada Waltah, lalu hakim mengatakan seharusnya permisi dengan JPU untuk izin beribadah,” beber Victor.

Seperti diketahui bahwa kasus dugaan korupsi alat-alat kesehatan di RSUD Dr RM Djoelham Binjai telah memasuki agenda persidangan. Para terdakwa disangka merugikan negara hingga Rp 4,7 miliar dan dijerat UU Tipikor.