Jangan Seperti Meiliana Atau Sukmawati Atau Komnas Perempuan Yang Tidak Cerdas Itu

 

Priyono B. Sumbogo

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Meiliana disebut minta pada suaminya Lian Tui untuk menegur pengelola masjid agar mengecilkan volume suara azan. “Kak, tolong bilang sama uwak itu, kecilkan suara mesjid itu kak, sakit kupingku, ribut,” sembari menggerakkan tangan kanannya ke kuping kanan.

Kalimat Meiliana itu sungguh menusuk, melukai, dan membangkitkan geram. Saya bukan anti orang Cina apalagi anti agama lain. Namun, sebagai muslim, walau tak taat, saya tersinggung dan tidak bisa menerima kalimat Meiliana .

Terus terang, saya menganggap kata-kata Meiliana  merupakan cermin kebencian dan sikan tidak toleran kepada agama saya, Islam. Terus terang pula, saya menduga banyak orang sebangsa Meiliana yang menyimpan benci pada Islam. Itu artinya kalian memusuhi kami, penganut Islam yang umumnya kaum pribumi, bangsa yang telah lama kalian kuasai secara ekonomi.

Tentu saya tidak akan tinggal diam. Saya akan lawan kalian dengan cara yang saya bisa lakukan. Saya tidak peduli dicap radikal, ekstrim atau rasis. Tapi saya bukan teroris, karena saya tidak menyukai cara seperti itu.

Perlu kalian catat, kami tidak  keberatan pada hiruk-pikuk barongsai sewaktu Iimlek. Pada lonceng gereja, atau pada lampion-lampion yang mencolok mata. Kalian tidak akan pernah menderita di negara dengan penduduk mayoritas muslim. Bahkan kalian dibela oleh  aktivis LSM atau Komisi Nasional  Perempuan yang tidak cerdas memahami makna relijius, sosiologis, dan kultural azan bagi umat Islam .

Kami tidak ganas. Kami bukan negeri Cina atau Myanmar yang menindas umat Islam. Kami sudah terlalu toleran. Meiliana dan mungkin kebanyakan kalian yang justru tidak toleran pada kami.

Oleh karena itu saya sarankan. kalian keturunan Cina dan nonmuslim, jangan memandang negatif pada azan. Jangan seperti Meiliana atau Sukmawati yang juga tidak cerdas memahami makna azan bagi umat Islam, agama mayoritas penduduk pribumi.

Ketahuilah, kami lebih seka kehilangan nyawa daripada kehilangan suara azan yang menggema bersahut-sahutan di udara. Jika kalian keberatan, silahkan minggat dari negeri ini.

Dan bila ada penguasa melarang azan mengudara, kami akan bertempur. Saya akan menghimpun pasukan jihad walaupun kecil.