Jago, Dukun Penyekap Gadis

Menghilang selama 15 tahun, ditemukan disembunyikan dalam gua batu. Sang ayah yang bertanya tentang keberadaan anaknya pun tak diberitahu.

Kegundahan Makmun selama 15 tahun kehilangan putrinya akhirnya pudar sudah. Hasni yang menghilang sejak berusia 13 tahun akhirnya ditemukan, namun yang membuat Makmun sedih sang putri yang kini telah berusia 28 tahun itu disekap tak jauh dari rumahnya. Dan yang melakukan penculikan dan penyekapan juga dikenal baik olehnya.

Hasni akhirnya ditemukan di dalam goa di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Seulawasi Tengah, yang letaknya tak jauh dari rumahnya. “Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal.

Pada 2003 silam, ayah Hasni, Makmun sering kali bertanya pada pelaku, Tete Jago. Hanya saja, jawaban pelaku selalu saja membuat Makmun patah arang. “Sudah pergi jauh,” begitu jawaban Jago tiap kali ditanya Makmun.

Tapi rupanya, selama 15 tahun ini, kakak Hasni mengetahui keberadaan adiknya. Warga Desa Galumpang Kecamatan Dakopamean, bernama Sugeng mengatakan, bahwa kakak Hasni merupakan menantu pelaku. “Anak laki-laki pelaku ini adalah suami dari kakak korban sendiri,” katanya.

Adapun orang yang benar-benar tidak tahu keberadaan Hasni ialah sang ayah, Makmun. Karena selama ini ibu Hasni sudah tiada. “Sebenarnya kalau saya tidak anggap ini penculikan. Tapi sengaja disembunyikan pelaku,” ujar Sugeng.

Hasni akhirnya ditemukan di dalam goa di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Seulawasi Tengah (user-Momo)

Kasus ini terbongkar berawal dari pertengkaran kakak korban dengan Jago, malam sebelum ditemukannya Hasni di celah batu. Saat bertengkar, kakak Hasni mengancam akan melaporkan Jago terkait penyembunyian sang adik. “Nah dari situ ada tetangga yang mendengarnya. Lalu melapor ke polisi,” katanya.

“Setelah mendapat laporan warga, kami mengunjungi orangtua korban untuk sama sama melakukan penangkapan terhadap si pelaku,” kali Kapolsek Dakopamean Ipda Dickri Sukarjo yang menjelaskan kepada media.

Hasni ditemukan pada siang harinya,dengan kondisi sangat mempihatinkan. Hasni disembunyikan di balik batu besar, sekitar 100 meter dari rumah pelaku. “Ada ruangan kecil berukuran satu meter setengah kali satu meter setengah di dalam batu itu, dan ada tempat tidur berupa dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Lokasinya di perbukitan tak jauh dari rumah pelaku,” jelasnya.

Menurut Dicki dari laporan warga, pelaku sering kali membawa anak gadis saat malam hari ke rumahnya. Tetapi masyarakat tak pernah melihat gadis tersebut di siang hari. “Jadi mungkin kalau malam pelaku membawa korban ke rumahnya. Sekitar subuh dini hari baru disembunyikan lagi ke dalam batu. Karena memang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku,”urainya.

Banyak warga dan keluarga menduga bahwa Hasni sudah menjadi korban pelecehan seksual oleh Jago. Pasalnya, tak jauh dari lokasi penemuan Hasni ditemukan gundukan tanah menyerupai kuburan. “Ada gundukan tanah mirip kuburan di sekitar lokasi penemuan korban. Tapi kita belum tau apakah itu kuburan atau bukan. Kami hanya menduga itu kuburan janin hasil pelecehan,” kata Nadir, tokoh pemuda Desa Galumpang.

Hasni akhirnya ditemukan di dalam goa di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Seulawasi Tengah (portalsulawesi.com)

Saat ditemukan Hasni dalam kondisi linglung dan saat ini mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Tolitoli. Karena linglung, Hasni minta dikembalikan ke celah bebatuan tempatnya selama ini disembunyikan. “Kondisi terakhir Hasni masih linglung dan selalu minta dikembalikan ke gua (sela-sela, red) batu,” katanya.

Hasni bahkan menyebutkan nama jin yang ia percayai berada bersamanya di gua tersebut. Menurut dia, jin tersebut menunggunya sehingga dia selalu minta dikembalikan ke gua.

Sementara itu, pelaku penyekapan yakni Jago (83), sudah diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Menurut tersangka, motifnya, Hasni dipakai sebagai tumbal atau alat perdukunan untuk menghadirkan jin,” lanjut Kapolres Iqbal.

Dalam penangkapan Jago, polisi mengamankan beberapa barang bukti dari sela-sela batu tempat Hasni disembunyikan. Yakni peralatan tidur, papan, bantal dari karung, parang, sesajen, dan tengkorak.

Temuan tengkorak tersebut tengah didalami kepolisian apakah tengkorak manusia atau hewan. Sementara itu, korban telah dibawa ke RSU Mokopindo Tolitoli untuk menjalani visum.

Saat ini sudah beberapa saksi dimintai keterangan oleh polisi terkait kasus ini. Iqbal berharap kasus ini segera terungkap kebenarannya. Hasil pemeriksaan membuka tabir dan motif pelaku, mengapa dia melakukan penyekapan bertahun-tahun lamanya. Motifnya adalah Jago ingin menyetubuhi korban. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tolitoli, AKBP M Iqbal Alqudusy. “Motifnya persetubuhan di bawah umur,” kata Kapolres.

Kapolres menyebutkan, si dukun menyetubuhi perempuan di Tolitoli sejak Hasni masih berusia 13 tahun. Kepada korbannya, Jago mensugesti Hasni dengan sebuah foto pria yang dinamai Amrin. Saat hendak menyetubuhi korban, sambung Iqbal, Jago selalu menunjukkan foto tersebut. Ia mengatakan pria di dalam foto adalah jin yang akan merasuki tubuh korban. “Tetapi, Amrin itu bukanlah sosok jin seperti yang tersangka jelaskan kepada korban melainkan dirinya sendiri,” kata Iqbal.

Akibat penyekapan sekaligus pencabulan itu, Jago dikenai Pasal 76D, 76E, dan 81 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur. Ancaman hukuman bagi Jago adalah 15 tahun penjara. JOKO MARDIKO