Jadi Tahanan KPK, Idrus Marham Susul Setya Novanto Ke Bui

Jumat sore yang keramat 31/8/2018, usai diperiksa perdana sebagai tersangk‎a kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, Idrus Marham langsung mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Sekretaris Jenderal Golkar yang baru saja mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial itu resmi menjadi tahanan KPK. Ia keluar sekitar pukul 18.20 WIB, dan langsung menaiki mobil. Idrus selanjutnya dibawa ke Rutan Gedung KPK.

“IM ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Siang tadi, mantan anak buah terpidana korupsi Setya Novanto itu datang ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus yang juga telah menjerat anggota DPR dari fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih

Dalam kasus ini, Idrus bersama-sama Eni diduga menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh Eni dari Kotjo, yakni sekitar November-Desember 2017 sebesar Rp4 miliar dan Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar.

Dia juga diduga berperan mendorong agar proses penandatanganan Purchase Power Agreement (PPA) dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. Proyek tersebut kini dihentikan sementara usai KPK mengusut kasus suap ini.

Tak hanya itu, Idrus pun diduga menerima janji mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar US$1,5 juta dari Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus berhasil membantu Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1 senilai US$900 juta.

Eni sendiri disebutkan mengajukan diri menjadi justice collaborator dalam kasus ini kepada KPK.