Guru Cabul Dihukum 6 Tahun Penjara

Majelis Hakim yang diketuai Hisbullah Idris menjatuhkan hukuman enam tahun penjara pada terdakwa pencabulan puluhan siswa SD, Muhammad Saebatul Hamdi (29), Kamis (23/8/2018).

Mendapat hukuman berat, terdakwa yang berprofesi sebagai guru ini tampak menangis. Putusan ini separo lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Darmawati Lahang dari Kejati Jatim yang menuntut 12 tahun penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim melalui ketuanya Hisbullah Idris menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap para anak didiknya sendiri. Dalam pertimbangan hakim juga disebutkan hal meringankan, terdakwa menjadi tulang punggung keluarga dan berkelakuan baik saat di persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pria asal Simo Sidomulyo yang bekerja sebagai salah seorang guru di salah satu SD di Jalan Benteng Surabaya, didakwa telah melanggar pasal 81 KUHPidana tentang pencabulan dibawah umur yang diancam dengan hukuman penjara selama 15 tahun. Namun JPU Darmawati Lahang sebelumnya telah menuntut terdakwa selama 12 tahun penjara.

Perlu diketahui, terdakwa Hamdi dibekuk tim  Unit Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim karena telah diduga mencabuli muridnya  sebanyak 65 orang. Pencabulan ini dilakukan oleh terdakwa diduga selama 5 tahun selama dirinya bekerja di salah satu sekolah favorit di daerah Benteng tersebut.

Hamdi ditangkap setelah salah satu orang tua korban melaporkan ke Polda Jatim atas dugaan pencabulan. Dari laporan tersebut akhirnya dikembangkan oleh tim pinyidik sampai akhirnya kepala sekolah membongkar semua kelakuan tak senonoh Hamdi yang diketahuinya dengan matanya sendiri.

Usai persidangan, saat dibawa kembali masuk sel tahanan PN Surabaya terdakwa Hamdi sempat melontarkan jawaban saat ditanya awak media mengenai tanggapannya terkait vonis enam tahun dari majelis hakim. “Saya hanya bisa bersyukur,” pungkasnya.

Terpisah, istri terdakwa yang saat ini mengandung tujuh bulan, saat ditanya hanya terdiam dan berlinang airmata saat meninggalkan ruang sidang.