Dua Petugas Pajak Pemko Medan Terancam 20 Tahun Penjara

Terjaring OTT Saat Transaksi Pajak Resto Ayam Penyet Ria

Dua oknum petugas Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Pemko Medan terjaring operasi tangkap tangan. Keduanya dijerat pasal berlapis undang-undang korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

“Penyidik menjerat mereka sesuai pasal 12 huruf a subs pasal 11 dan pasal 5 Undang-undang nomor tahun 1999 sebagai mana diubah undang-umdang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupasi. Acaman hukumannya, 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ucap Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan, Selasa (21/8/2018).

Kedua oknum petugas BP2RD (Dispenda-red) itu masing-masing Muhamad Haris Hasibuan dan Saud Saringan. Keduanya dibekuk saat melakukan transaksi suap dengan MC, General Manager Resto Ayam Penyet Ria di Sun Plaza Medan. “Tersangka MC juga dijerat pasal yang sama dengan kedua oknum BP2RD itu,” tutur Toga.

Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut saat melakukan OTT terhadap dua petugas pajak BP2RD Pemko Medan dan GM Resto Ayam Penyet

Motif suap yakni kedua petugas BP2RD itu menerima uang dari MC sebesar Rp 6 juta untuk imbalan atas jasa agar Resto Ayam Penyet Ria di lantai 3 Sun Plaza Medan tidak dikenakan pajak pembangunan.”Selain menyita uang Rp 6 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita sejumlah handphone dan berkas-berkas yang berkaitan dengan OTT yang dilakukan tim Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut,” papar Toga.

Sebelumnya, Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan OTT terhadap dua oknum petugas BP2RD di sebuah rumah makan Ayam Panyet Ria di Jalan Karya Medan, Sabtu (18/8/2018). Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi pembayaran pajak negara dari pemilik rumah makan itu. Modusnya, kelebihan pembayaran pajak tersebut dibagi untuk kedua oknum tersebut dan general manager resto tersebut.

Walikota Medan Dzulmi Eldin

Kapoldasu Irjen Paulus Waterpaw sebelum serahterima jabatan dengan penggantinya Irjen Agus Andrianto, sempat menyoroti kasus suap tersebut. “Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp 6 juta. Uang tersebut diberikan kepada kedua oknum sebagai uang suap untuk tidak didaftarkan sebagai Wajib Pajak (WP) atas usaha restauran Ayam Penyet Ria yang baru buka di daerah Sun Plaza,” sebut Paulus.

Di lain tempat, Walikota Medan Dzulmi Eldin mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Hanya saja, Eldin menepis kalau kedua oknum petugas BP2RD itu merupakan ASN. Menurutnya, keduanya adalah PHL (Pekerja Harian Lepas). “Dua-duanya PHL. Kita serahkan dulu proses hukumnya kepada pihak kepolisian. Kita tunggu,” ujarnya.

Meski bukan pegawai tetap, Pemko Medan tetap memberi sanksi kepada dua PHL tersebut. “Tetap kita beri sanksi. Akan ada sanksi administrasi,” ucapnya. (Zainul Arifin Siregar)