DKPP Provsu Hibahkan Ribuan Kambing dan Sapi

Dukung Swasembada Daging Sumut

Guna mewujudkan swasembada daging, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) membagikan 2.000 ekor kambing peranakan ettawa dan 2.016 ekor sapi potong kepada para peternak.

“Untuk kambing, bantuan hibah ini diberikan kepada 100 kelompok peternak di 20 kabupaten/kota dan sapi kepada 252 kelompok ternak di 23 kabupaten/kota,” papar Kepala DKPP Provsu, Ir Dahler Lubis MMA, usai menyerahkan delapan ekor sapi kepada pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) CU Bertama Abadi di Desa Kerasaan I Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, Selasa (14/8/2018) petang.

Ia menjelaskan, kelompok ternak yang menerima hibah kambing berada di Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), Karo, Simalungun, Batubara, Labuhanbatu Utara (Labura), Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Toba Samosir (Tobasa), Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Padanglawas, Padanglawas Utara (Paluta), Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Tengah (Tapteng), Nias dan Nias Selatan (Nisel).

Sementara, kata Dahler, kelompok ternak yang menerima bantuan sapi potong berada di Langkat, Binjai, Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Labura, Labuhanbatu, Labusel, Paluta, Palas, Tapsel, Padangsidimpuan, Madina, Tapteng, Humbang Hasundutan, Tobasa, Simalungun, Pematangsiantar, Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.

“Tahun 2017, kita memberikan bantuan kambing sebanyak 2.190 ekor untuk 77 kelompok peternak di 16 kabupaten/kota dan sapi potong sebanyak 1.204 ekor ke 151 kelompok peternak di 22 kabupaten/kota,” tuturnya yang saat itu didampingi Tim Teknis Dewan Ketahanan Pangan Sumut, Prof Bilter Sirait, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, drh Nurdin Effendi serta empat anggota Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sumut.

Menariknya, Dahler mengklaim, para penerima bantuan ternak itu juga akan mendapat pakan konsentrat selama 30 hari setelah berkas acara serah-terima ditandatangani. “Pakan konsentrat untuk sapi potong sebanyak 480 kilogram per kelompok dan kambing sebanyak 450 kilogram per kelompok,” sebutnya.

Begitu juga bila ada hewan ternak yang mati atau hilang dalam kurun waktu seminggu setelah diserahkan, pihaknya segera menggantinya. “Kita juga mengasuransikan ternak bantuan ini senilai Rp40 ribu per ekor, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa segera diganti,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dahler mengemukakan, populasi sapi potong di Sumut saat ini berkisar 750 ribu ekor. Padahal, untuk bisa swasembada daging, populasi yang tersedia mencapai satu juta ekor sapi potong. Salah satu cara meningkatkan populasi tersebut dengan memberikan bantuan ternak, selain melanjutkan program Sapi/kerbau Indukan Wajib Bunting (Siwab) yang telah dilakukan selama ini.

Hal senada dikemukan Tim Teknis Dewan Ketahanan Pangan Sumut, Prof Bilter Sirait. Menurutnya, tidak sulit mewujudkan swasembada daging di Sumut, Hal ini mengingat, sumber daya alam yang dimiliki tergolong melimpah.

“Kita memiliki areal padang penggembalaan dan perkebunan seluas lebih kurang 1,2 juta hektar yang bisa menjadi potensi usaha budaya ternak sapi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, sehingga bakal mempengaruhi ketahanan pangan Sumut. Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan DKPP Provsu, Nurdin Effendi, menyatakan, bantuan hibah itu merupakan kegiatan pengembangan pembibitan dan produksi ternak sapi potong tahun 2018. “Kita sengaja melibatkan anggota TP4D Kejatisu untuk mendampingi kegiatan ini, termasuk bersama-sama turun ke lapangan seperti sekarang,” tandasnya.