Diduga Korupusi Pelebaran Jalan, Bekas Presiden PKS Jadi Tersangka

Lama tak terdengar kabarnya, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail , ternyata telah berstatus sebagai tersangka  dugaan korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok Tahun 2015. Politikus PKS tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melaksanakan gelar perkara pada Senin (20/8/2018).

“Iya [Nur Mahmudi sudah tersangka]. Penetapan status setelah melalui gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi para wartawan Selasa (28/8/2018).

penetapan tersangka ini berdasarkan dua alat bukti yang telah terpenuhi, serta telah melalui mekanisme gelar perkara. Untuk lebih lanjutnya, Argo belum bisa menjelaskan secara rinci lagi.

Sebelumnya, mantan Wali Kota Depok dua periode (2006-2011 dan 2011-2016), Nur Mahmudi Ismail, diperiksa aparat kepolisian Krimsus Polres Depok sebagai saksi untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan lahan, untuk pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok pada 2015 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar.

Rencananya jalan selebar lima meter akan diperlebar menjadi 14 meter, namun hingga saat ini jalan tersebut masih belum dilebarkan. “Kami telah melakukan penyelidikan sejak pertengahan 2017 dan telah memeriksa 70 saksi. Ada dugaan proyek itu fiktif. Kami belum menetapkan satupun tersangka,” jelas mantan kasat Reskrim Polres Depok Kompol Putu Kholis Aryana.