Bus Rombongan Pesta Masuk Jurang, 5 Tewas Belasan Luka-luka

Kecelakaan maut terjadi di Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara. Bus CV Sentosa yang membawa 26 penumpang rombongan pesta pernikahan, masuk jurang sedalam 40 meter di Jembatan Sipege-pege, Desa Lumban Rao, Kecamatan Nassau, Tobasa, Sabtu (18/8/2018). Insiden ini menewaskan 5 penumpang, belasan lainnya luka-luka.

Sebelumnya ada 4 bus yang membawa rombongan saling beriringan dari Medan menuju Desa Cinta Damai, Nassau, hendak menghadiri  pesta. Saat melintas di jembatan Sepege-pege yang kondisinya memiliki kemiringan 35 derajat, tanpa dinyana salah satu sopir bus kehilangan kendali hingga menabrak pohon dan plang jalan, lalu terperosok masuk ke dalam jurang.

Evakuasi korban kecelakaan bus

Beberapa saat setelah kejadian, polisi bersama masyarakat dan tim SAR melakukan pencarian ke jurang. Medan jurang yang terjal sempat menyulitkan pencarian. Meski begitu, bus berhasil ditemukan dalam kondisi ringsek di dalam sungai yang arusnya mengalir deras. Proses evakuasi dilakukan dari pagi hingga menjelang larut malam. Sejumlah korban tewas dan selamat langsung dievakuasi. “Dua ditemukan tewas di tepi bebatuan jurang, dua lagi terjepit dalam bus. Sedangkan satu orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” tutur warga, S Pangaribuan.

Hal senada disampaikan Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut), AKBP MP Nainggolan. “Berdasarkan data yang diperoleh petugas, karena kejadian ini, terdapat 2 orang meninggal, 2 luka berat dan 11 orang luka ringan,” ungkap MP Nainggolan, Minggu (19/8/2018).

Para korban kecelakaan bus itu semuanya warga Helvetia Medan. Data sementara meninggal dunia masing-masing Rita Sitorus (50), dan pengemudi Monang Sitorus (37). Sedangkan korban luka berat yakni Widia Sitorus (20), dan Rianto Sitorus (43). Sementara korban luka ringan adalah Jeli Susanti (27), Welli Sitorus (28), Tioman Sipahutar (43), Adi Saputra (37), Marlita Sari (22), Tiabun Pasaribu (47), Deliana Juwita Sipahutar (50), Ayu Sitorus (21), Tiominar Sitompul (49), Jony Ujung (47), serta Jordan Ujung (11). “Kejadian ini ditangani oleh Polres Tobasa/Polsek Habinsaran dengan No LP: 0209/ /VIII/2018/Lantas,” terang MP Nainggolan.

Proses evakuasi juga menggunakan satu mobil derek dan tiga alat berat. Penggunaan alat berat tersebut karena diduga masih ada korban yang terjepit di dalam bus. “Kita masih melakukan pencarian korban yang hilang,” tutur Kepala BPBD Tobasa, Herbert Pasaribu, di sela-sela proses evakuasi.

Bupati Tobasa Darwin Siagian dan Wakil Bupati Hulman Sitorus bersama Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli, turut menyaksikan proses evakuasi. “Kita akan terus bekerja mengevakuasi korban,” tutur AKBP Elvianus Laoli melalui Kasat Lantas Polres Tobasa, AKP Lambok Gultom.  (Zainul Arifin Siregar)