Buruh Garmen di Sukabumi Disetrika Bosnya

Buruh garmen berinisial SS mengalami luka bakar dibagian punggung akibat di setrika oleh atasannya di PT Dosan Meski, belum diketahui penyebab resminya. Namun kasus ini sempat dibawa keranah hukum.

Berdasarkan informasi yang diketahui, buruh yang bekerja di PT Dosan Bojongkokosan dianiaya kasusnya sudah islah atau diselesaikan secara kekeluargaan, padahal kasus tersebut merupakan tindakan kasus yang melanggar hukum, terbukti dengan sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Korban yang diketahui warga Kampung Bojong Astana, RT 2/ 4, Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda ini diduga dianiayai oleh atasannya, IJ pada Senin (20/8/2018) lalu.

Akibat insiden itu, korban mengalami luka bakar di bagian belakang tubuh korban. Merasa tidak terima, keluarga korban sempat membuat laporan kepada aparat kepolisian. Hingga akhirnya, kepolisian menggelar mediasi antara korban dengan pihak perusahaan. Dari mediasi itu, empat hal disepakati.

Yaitu, terduga pelaku akan membuat pernyataan secara terbuka yang berisi permohonan maaf kepada keluarga korban. Selanjutnya, biaya pengobatan korban akan ditanggung, terduga pelaku akan diberikan sanksi dari perusahaan dan terakhir kasus dugaan penganiayaan ini disepakati diselesaikan secara kekeluargaan.

“Hasil mediasi tadi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Ada empat hal yang menjadi kesepakatan bersama,” ujar Kapolsek parungkuda, Kompol Maryono kepada wartawan, Kamis (24/8/2018).

Dalam mediasi itu juga, terduga pelaku memperagakan insiden ‘penyetrikaan’ itu. Dari keterangan tersebut diketahui, bahwa insiden itu terjadi tanpa adanya unsur sengajaan.

“Dari hasil keterangan dan kronologis kejadiannya, itu bukan unsur kesengajaan. Jadi, terduga pelaku ini tanpa sengaja alat setrika kena bokong SS,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Manager HRD PT Dosan Bojongkokosan, Zhakari Danil mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap karyawannya yang tengah bekerja, khususnya dalam kasus ini.

“Tentu saja, kami tanggung jawab. IJ dan SS ini merupakan karyawan kami, makanya kami langsung sikapi persoalan ini. Tadi berdasarkan informasi yang kami terima, kejadian ini terjadi pada Senin lalu dan kami sikapi dengan serius dalam penyelesaiannya,” pungkasnya singkat.