Apartemen Kalibata City Jadi Sarang Prostitusi Anak

 

Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Subdit Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar kasus dugaan praktik prostitusi anak atau tindak pidana mengadakan dan memudahkan perbuatan cabul, di Apartemen Kalibata City, Tower Flamboyan Lantai 21 AH, Pancoran, Jakarta Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta mengatakan, pengungkapan kasus prostitusi anak ini terungkap bermula dari informasi warga di Apartemen Kalibata City.

“Atas aktifnya masyarakat yang tinggal di sana dalam memberikan informasi itu, tim melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa menangkap muncikari dan juga mengamankan beberapa wanita di bawah umur,” ujar Nico, Rabu (8/8/2018).

Dikatakan, berdasarkan keterangan para pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur itu dijual kepada pria hidung belang dengan imbalan sejumlah uang.

“Dari uang yang diberikan oleh beberapa pria tersebut, muncikari mendapatkan uang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik sudah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menangani permasalahan sosial dan psikologi terhadap PSK di bawah umur yang menjadi korban perdagangan. Sementara, muncikari diproses hukum.

“Para tersangka kami kenakan pasal terkait muncikari. Kemudian untuk anak-anak ini kami sudah berkoordinasi dengan KPAI nanti akan kami berikan perbaikan psikologi dan sosial, di mana rencananya hari ini, kami akan kirimkan mereka di rumah sosial sehingga diberikan perawatan psikologi,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi menangkap tersangka berinisial SBR alias Obay (muncikari), TM alias Oncom dan RMV, terkait dugaan tindak pidana mengadakan dan memudahkan perbuatan cabul, di Apartemen Kalibata City Tower Flamboyan Lantai 21 AH, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (2/8) lalu. Modus operandi para tersangka adalah menyediakan tempat untuk pencabulan dan persetubuhan guna mendapatkan keuntungan.

Tersangka SBR diketahui menawarkan jasa pemesanan perempuan dalam aplikasi Beetalk. Pelanggan yang berminat kemudian berkomunikasi melalui media WhatsApp. SBR akan mengirimkan foto-foto perempuan yang ditawarkan berikut harganya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000.