3 Dari 12 Pemerkosa Gadis 15 Tahun Di Jambi Masih Buron

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jambi hingga saat ini, masih melakukan pencarian terhadap tiga pelaku pemerkosaan terhadap seorang gadis remaja berinisial ACK (15). Sebelumnya, sembilan orang pelaku sudah berhasil ditangkap.

Sembilan pelaku yang telah ditangkap yakni HRG (15), M (17), BKA (16), P (19), RD (15), MAA (16), BS (19), MIS (17), dan MFK (17). HRG diketahui merupakan mantan kekasih korban, dan sempat merekam menggunakan ponsel saat ia bersama teman-temannya menyetubuhi korban.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Yudha Lesmana mengatakan, tiga pelaku yang masih dicari yakni E (20), I (19), dan Z (18). “Tiga pelaku lainnya masih kita cari,” kata Yudha sebagaimana dilansir metrojambi.com Selasa (14/8/2018).

Ditambahkan Yudha, terhadap sembilan pelaku yang telah ditangkap, saat ini masih diperiksa. Selain itu, pihaknya juga memeriksa saksi-saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan.

Pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap korban. Dalam hal ini, Yudha mengatakan pihaknya melibatkan psikolog untuk penanggulangan agar korban tidak mengalami tekanan mental pasca kejadian.

“Kita juga melakukan pendampingan. Alhamdulillah, kondisinya saat ini sudah baikan,” pungkas Yudha.

Diberitakan sebelumnya, para pelaku empat kali melakukan pemerkosaan terhadap korban, dengan lokasi berbeda-beda. Korban akhirnya membuat laporan setelah mengetahui video pemerkosaan terhadap dirinya beredar di media sosial. Menindaklanjuti laporan itu, pihak kepolisian akhirnya melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini para pelaku ditahan di Mapolresta Jambi. Mereka dijerat pasal 76C Jo 81 ayat (1), ayat (2) atau Pasal 76E Jo Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Bukan hanya di Jambi peristiwa perkosaan beramai-ramai yang menggeramkan itu terjadi. Pada Februari 2917 seorang gadis (16) warga Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah dilaporkan telah digagahi sebelas pemuda. Akibatnya, korban mengalami pendarahan lantaran keguguran, dan trauma berat.

Kini, kasus asusila tersebut telah dilaporkan ke Mapolsek Sungai Kunyit, Polres Mempawah.

Delapan pelaku berhasil diringkus, tiga lainnya masih jadi buronan. Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Kunyit, Ipda Dodi Supono membenarkan telah terjadinya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh sebelas pemuda tersebut.

Dodi menyebut, kasus itu telah dilaporkan oleh orang tua korban ke Mapolsek Sungai Kunyit pada Kamis (23/2) kemarin.

Para pelaku yakni Bd (19), My (15), Mj (18), Sd (18), AJ (16), AD (16), PN (17). Ketujuhnya warga Jalan Karya, Desa Sungai Duri 2, Kecamatan Sungai Kunyit. Sedangkan satu pelaku lainnya, RS (17) warga Jalan Tanjungpura, Desa Sungai Duri I, Kecamatan Sungai Kunyit. Delapan pelakunya telah dijebloskan ke jeruji besi Mapolsek Sungai Kunyit. Sedangkan tiga pelaku lain yakni AL, PA dan BY masih dalam pengejaran polisi.

Kepada polisi, korban mengaku pertama kali disetubuhi oleh AJ dan AD pada Jumat (6/1) sekitar pukul 22.45 di sebuah pondok kosong di Jalan Tani, Desa Sungai Duri 2. Kemudian, pada keesokan harinya Sabtu (7/1) sekitar pukul 22.00 WIB, korban bertemu dengan pelaku BD dan MJ di Jalan Tani, Desa Sungai Duri 2.

Parahnya, BD dan MJ menyetubuhi korban di jalan rabat beton tersebut.

Puas menyetubuhi korban di jalan semen, pelaku membawa korban ke pondok kosong yang juga lokasi pertama kali korban disetubuhi sehari sebelumnya.

Di pondok kosong yang berada di areal persawahan itu, korban disetubuhi oleh SD, PA, AL dan PN secara bergiliran. Para pelaku pun puas melampiaskan nafsu setanya.

Selang sepekan kemudian, perlakuan tidak senonoh itu kembali dialami oleh korban. Pada Jumat (13/1) sekitar pukul 21.00 WIB, korban dibawa ke pondok kosong di Jalan Tani oleh pelaku MY, AJ dan PN. Pondok kosong yang menjadi markas para pemuda ini, pelaku menyetubuhi korban secara bergiliran.

Selanjutnya, pada Sabtu (14/1) sekitar pukul 21.00 WIB korban kembali disetubuhi oleh pelaku MJ di jalan rabat beton Desa Sungai Duri 2. Masih pada malam yang sama, korban kemudian dibawa ke rumah pelaku AJ.

Dirumah tersebut, korban pun disetubuhi oleh SD. Terakhir, pada Jumat (27/1) sekitar pukul 22.00 WIB, korban bersama pelaku MJ pergi ke Pantai Pangsuma Sungai Raya.

Di pantai itu, korban disetubuhi oleh pelaku MJ.

Setelah disetubuhi oleh sebelas pemuda di empat lokasi tersebut, korban diduga hamil dan keguguran. Akibatnya korban mengalami pendarahan hingga harus dirawat ke RS Vincensius Singkawang.

Tak pelak, setelah mengetahui anaknya dihamili oleh sebelas pria itulah membuat orang tua korban berang dan melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Sungai Kunyit.

“Mendapatkan laporan dari orang tua korban, kami langsung melakukan penyelidikan terhadap para pelaku. Pada hari itu juga, kami langsung menjemput lima pelaku dikediamannya. Yakni BD, MY, MJ, SD dan AJ. Sedangkan pelaku lain tidak berada ditempat,” terang Kapolsek.

Kemudian, lanjut Kapolsek, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap nama-nama pelaku yang menyetubuhi korban. Alhasil, petugas mendapatkan tiga nama lainnya yakni PN, AD dan RS.

PN dan AD diringkus polisi ketika berada di Teluk Suak, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Sedangkan RS ditangkap dikediamannya.

“Dari penangkapan terhadap RS, kami mendapatkan nama lainnya yakni BY. Namun, ketika kita datangani rumahnya ternyata BY sudah tidak berada di tempat. Total sudah ada delapan pelaku yang diamankan, sedangkan tiga pelaku yakni BY, PA dan AL masih dalam pengejaran,” tuturnya.

Lebih jauh, Dodi memastikan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus pencabulan ini. Polisi akan melakukan interogasi lebih mandalam terhadap para pelaku untuk mengungkap pelaku-pelaku lainnya yang telah menyetubuhi korban.

“Tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku masih akan bertambah nantinya. Maka, kami masih melakukan pengembangan dan mengintrogasi para pelaku yang sudah diamankan. Dalam penanganan kasus ini, kami juga berkoordinasi dengan unit PPA Polres Mempawah dan pihak terkait lainnya,” tandas Dodi. (wah)