Wartawan Medan Diserang OTK, Diduga Terkait Video Kadis Ditangkap Main Judi

Lagi penyerangan terhadap wartawan terjadi di Medan. Kali ini, giliran Arif Tampubolon yang menjadi sasaran. Kuli tinta yang getol memberitakan kasus-kasus korupsi di Sumut ini, diteror orang tak dikenal. Ia diserang saat melintas di Jalan Datuk Kabu, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Arif diserang sekitar pukul 00.50 WIB, Jumat (6/7/2018) dinihari. Saat hendak pulang ke rumahnya, Arif tanpa sadar sudah dibuntuti dua pria berjaket dan helm mengendarai sepeda motor hitam. Setibanya di Jalan Datuk Kabu, kedua pria tak dikenal itu berupaya menghalangi laju mobil Arif, kemudian melemparnya dengan batu koral. Tak ayal, kaca mobil milik penggiat antikorupsi yang acap blak-blakan mengkritik pejabat itu, pecah terkena lemparan. Arif pun berupaya mengejar, namun pelaku berhasil kabur di kegelapan malam.

Kasus teror ini pun dilaporkan ke Polsek Medan Area, bernomor : LP/493/K/VII/2018/SPKT Polsek Medan Area, Tanggal 6 Juli 2018. “Itu saat saya mau pulang, saya diikuti, dan diteror. Mobil saya dilempar pakai batu koral, dan kaca depan hancur. Saya berharap polisi dapat menangkap pelakunya agar terkuak siapa dalang teror ini,” tuturnya usai membuat laporan polisi.

Arif menduga teror terhadap dirinya terkait dengan video penggerebekan yang melibatkan salah seorang oknum kepala dinas di Pemprovsu yang bermain judi di salah satu hotel di Medan. Video itu diketahui banyak orang. “Memang banyak orang tahu adanya kejadian penggerebekan itu. Dan videonya ada. Begitu orang tahu video itu ada sama saya, ya diteror begini. Jadi saya duga, ada kaitannya. Karena selama ini aman-aman saja,”ungkapnya.

Menurut Arief, penggerebekan tersebut terjadi pada 20 Mei 2018 malam, tepat pada bulan suci ramadan. Hingga Senin pagi, pemain judi berjumlah enam orang tersebut baru keluar dari Polda Sumut. “Selain menangkap pelaku teror, saya juga meminta dan berharap Polda Sumut menahan enam orang pemain judi tersebut demi tegaknya hukum,” tukasnya.