Reza Bukan Tersandung Juga

Meski banyak artis telah dihukum karena terjerumus penyalahgunaan narkotika, namun tak ada efek jera di kalangan pesohor itu.

Baju tahanan berwarna hijau bersetrip merah tak mampu menutupi tubuhnya yang tambun. Rambutnya kelimis, berantakan tak bersisir, wajahnya yang putih sebagian besar tertutup masker. Tak ada lagi keceriaan yang sudah menjadi pembawaan presenter di sejumlah acara televisi maupun off air Reza Bukan.

Pembawa acara dan komedian Reza Bukan ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat karena penyalahgunaan narkoba. Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz mengatakan,

Reza ditangkap di kediamannya pada Sabtu 30 Juni 2018 dini hari. “Kami dari Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat memberitahukan bahwa kami telah melakukan penangkapan terjadap seorang yang berproses sebagai presenter dan artis atas nama DE alias RB alias Reza Bukan,” kata Erick.

“Yang kami tangkap di kediaman beliau di perumahan Casa Jardin, Kedaun Kali Angke Cengkareng pada hari Sabtu dini hari setelah beliau pulang kerja dari salah satu stasiun TV,” lanjut Erick.

Polisi menemukan narkoba jenis sabu seberat 0.19 gram beserta alat isapnya. “Kemudian lami melakukan pemeriksaan di rumahnya kemudian ditemukan barang bukti narkoba ada tiga paket dengan berat neto 0.19 gram,” imbuhnya.

“Untuk pasal yang dilanggar itu Pasal 112 ayat (1) UURI no.35 dengan ancaman empat tahun penjara,” tambahnya.

Reza Bukan, lahir di Jakarta, 26 November 1980; umur 37 tahun, adalah seorang presenter berkebangsaan Indonesia. Reza pernah membintangi film Rindu Kami Padamu arahan sutradara Garin Nugroho dan Pembawa acara di Star 7 di TV7 bersama Asty Ananta. Dan sekarang mewujudkan hobi DJ-nya sebagai sebuah profesi yang menjanjikan. Pemilik nama asli Deron Eka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penyalahgunaan narkoba memang sangat menakutkan, berbagai cara dilakukan untuk bisa menyebarkan barang haram ini lolos dari pantauan aparat penegak hukum. Masih di Jakarta Barat, sebanyak 17 pelaku tawuran di depan Mal Season City, Jalan Raya Latumenten, Tambora, pada Kamis 5 Juli lalu diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Selain menyita senjata tajam, polisi juga berhasil menyita narkoba dengan jumlah yang cukup banyak.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan, bahwa tawuran yang terjadi tersebut merupakan ‘settingan’ untuk menutupi transaksi narkoba.

Pembawa acara Reza Bukan di Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (1/7/2018). Ia ditangkap di rumahnya atas kepemilikan narkotika pada Sabtu (30/6/2018).(KOMPAS.com)

“Kami melakukan investigasi bersama 3 pilar, bahwa disaat terjadinya tawuran barang bukti narkoba khususnya shabu berkurang ditenggarai saat tawuran itu barang bukti narkoba beredar,” ujar Hengki, Selasa (10/07).

Pelaku yang diamankan antaranya enam tersangka dari kelompok Semeru yakni SR (45), YSA (23), AMW (19), SM (19), dan AK (17). Sedangkan dari kelompok Jembatan Besi yakni SM (14), ZF (14), AG (16), MS (23), SS (16), AR (14), MZH (14), EHR (18), dan SI (15).

Menurutnya, dari pelaku yang diamankan tersebut, lima orang dilakukan penahanan. Sedangkan 11 orang kita lakukan proses diversi oleh penyidik dan Balai Pemasyarakatan karena masih dibawah umur. “Ada juga satu orang yang masih DPO merupakan residivis dan ternyata salah satu sindikat geng tenda orange,” ucapnya.

Polisi pun melakukan tes urine terhadap semua pelaku. Dan hasilnya ada tiga orang yang positif narkoba, yakni YSA, AMW dan SM.

“Kita juga mengamankan barang bukti narkoba empat bungkus narkotika jenis shabu seberat 4.267 gram, pil ecstasy warna hijau sebanyak 4.675 butir dengan berat brutto 1.620 gram, alat hisap berupa bong dan cangklong sebanyak satu buah, tiga buah Tas gendong, plastik Klip ukuran sedang dan kecil, dan  3 (tiga) buah alat timbangan elektrik,” paparnya.

Polisi menjerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat No. 12 Tahun 1951.  Dan pelaku yang kedapatan narkoba kami kenakan pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UURI NO.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Tawuran antarpemuda terjadi di depan mal Season City, mengakibatkan anggota polisi terluka. Kapolsek Tambora Kompol Iver Manosohh membenarkan ada anggota kepolisian yang terluka saat hendak melerai tawuran tersebut. Namun ia tidak merinci berapa aparat yang terluka atas insiden tawuran itu.

Untuk menangkap para pelaku, yang terlibat tawuran yang melibatkan dua kelompok warga di depan Mal Season City Tambora, Jakarta Barat, hingga kini masih diburu Tim Pemburu Preman Polsek Tambora. Para pelaku yang diburu diketahui bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi.

Kapolsek Tambora, Komisaris Polisi Iver Son Manossoh, mengatakan Tim Pemburu Preman terus melakukan pengejaran kepada para pelaku tawuran. Beberapa pelaku yang diburu antara lain berinisial RA, warga Jalan Latumenten, Jakarta Barat.

“Setelah kita datangi rumanhnya, ternyata RA tidak ada di dalam rumah dan saat dilakukan penggledahan tidak ditemukan barang bukti sajam (senjata tajam),” kata Iver Son Manossoh di Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu, 8 Juli 2018.

Tak puas lantaran gagal meringkus pelaku RA, operasi Tim Pemburu Preman kemudian menyasar rumah pelaku berinisial IK, warga Jalan Semeru, Jakarta Barat yang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku RA. Hasilnya sama seperti RA. Ternyata pelaku IK tidak ada di rumahnya.

Menurut keterangan orang tuanya, kata Iver Son, IK tengah berada di rumah saudaranya yang berada di Menceng, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat. Mendapat informasi itu, tim langsung bergegas ke lokasi yang dimaksud. Lagi-lagi, hasilnya Tim Pemburu Preman gagal menemukan pelaku IK.

”Meski gagal menangkap kedua pelaku, dalam pengejaran tersebut kami mengamankan barang bukti berupa satu celurit dan satu samurai,” tutur Iver Son.

Iver Son menjelaskan, operasi penangkapan dan pengejaran terhadap para pelaku tawuran di jalan raya di depan Mal Seasons City masih akan berlanjut. Pasalnya, aksi mereka sangat meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan raya.

JULIE INDAHRINI

Comments are closed.