Polisi Selidiki Misteri 5 Mayat di Sungai Deli

Lima mayat ditemukan di Sungai Deli. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh mereka. Polisi masih mengusut kasus ini.

Warga Medan geger. Sekaligus juga resah dihantui beragam opini menakutkan. Mereka dibayangi ketakutan terhadap pembunuh misterius yang masih berkeliaran. “Ini mengerikan. Dalam sehari, ditemukan lima mayat dibuang ke sungai. Mereka ditengarai menjadi korban pembunuhan,” ucap pengamat sosial Batara Mulya Harahap.

Selama kasus dugaan pembunuhan ini belum terungkap, tutur Batara, opini akan terus berkembang di masyarakat. Dugaan-dugaan tentu bermunculan. Motif yang disebut pun beragam-ragam. Polisi harus bisa mencegah asumsi-asumsi yang semakin liar itu. “Polisi mesti bertindak cepat mengungkap motifnya dan segera menangkap pelaku pembunuhan itu agar masyarakat tidak dihantui keresahan. Opini atau dugaan masyarakat pun tidak menjadi liar berkembang,” tuturnya.

Kabid Humas Poldasu Kombes Tatan Dirsan Atmaja (istimewa)

Batara menduga kasus pembunuhan lima pria itu disinyalir dilakukan dengan terencana. “Tidak mungkin membunuh tanpa alasan. Motif adalah suatu hal yang sangat penting dalam kasus pembunuhan berencana. Semua tindak pidana harus ada motif, lantaran semua perbuatan jahat selalu ada niat. Dan niat itu berangkat dari motif. Ini bagian dari kejahatan. Apalagi merampas nyawa orang lain,” tegasnya.

Temuan lima mayat dalam sehari, diakui Batara, memang sangat mengagetkan. Apalagi banyak keanehan dari kondisi mayat yang ditemukan. Rata-rata korban pembunuhan itu laki-laki. Pakaian yang dikenakan juga masih utuh. Tubuhnya diketahui tidak terdapat tanda-tanda atau bekas luka penganiayaan. Dari lima korban dugaan pembunuhan itu, hanya dua yang ditemukan identitasnya. “Pelaku terkesan sengaja menghilangkan identitas korban agar tidak dikenali. Pelakunya ditengarai juga profesional. Buktinya, membunuh tanpa meninggalkan tanda atau bekas penganiayaan di tubuh korbannya,” sebutnya.

Sepanjang Rabu (12/7/2018) pekan lalu, ditemukan lima mayat di Sungai Deli dalam waktu berbeda. Mayat pertama ditemukan sekira pukul 07.00 WIB di Sungai Deli kawasan Jalan Karya Inspeksi Barat Lingkungan17, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat. Mayat dalam keadaan tersangkut dan terlungkup. Barang yang ditemukan dari kantong celana korban berupa, HP, dompet, kartu BPJS, dan foto korban dengan istri. Dari identitas yang ditemukan, korban bernama Muhammad Arsyad.

Mayat di Sungai Deli (istimewa)

Mayat kedua ditemukan di aliran Sungai Deli tepatnya di Jalan Pulau Rupat Lingkungan IX Kampung Kurnia Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan sekitar pukul 07.00 WIB. Mayat tanpa identitas itu berciri-ciri tinggi 165 sentimeter, kulit sawo matang, berambut ikal dan mengenakan kaos hitam serta jaket warna biru, diperkirakan berumur 30 tahun.

Kemudian, sekitar pukul 09.30 WIB, warga kembali menemukan mayat laki-laki tanpa identitas mengapung di aliran Sungai Deli Jalan Sekata Lingkungan XII, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Kondisi mayat sudah membengkak dan masih menggunakan pakaian lengkap dan sepatu. Barang yang ditemukan yakni dompet warna hitam yang berisikan STNK sepeda motor atas nama Suheri.

Belum lagi kasus penemuan tiga mayat tersebut terpecahkan, warga kembali digegerkan dengan temuan mayat keempat di Sungai Deli kawasan Sukamulia, Lingkungan VI Kelurahan Aur. Mayat ini ditemukan sekitar pukul 15.28 WIB. Jasad juga berpakaian lengkap dan saat itu tidak dikenali.

Sementara mayat kelima ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, mengapung di Sungai Deli belakang Gedung Selecta, Jalan Listrik Medan. Mayatnya masih utuh, namun tidak ada identitas apapun. Semua mayat yang diduga korban pembunuhan itu dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi. “Memang ada penemuan lima mayat. Kita selidiki dulu dari mana mayat ini. Untuk sementara masih menunggu hasil otopsi,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis pekan lalu.

Polisi masih menyelidiki identitas para korban. Selain semuanya tidak ditemukan bekas penganiayaan, kerusakan pada jasad korban juga belum terlalu parah. Ketika ditemukan semua berpakaian lengkap. Ada dugaan kematian para tidak sampai 24 jam.

Mayat di Sungai Deli (istimewa)

Sejauh ini polisi baru mendapatkan identitas mayat pertama. Itu pun karena ditemukan dompet berisi kartu BPJS yang juga mencantumkan fotonya. Sedangkan mayat kedua yang ditemukan memakai sepatu merek Adidas sejauh ini masih berlabel Mr x. Dua mayat itu ditemukan di wilayah hukum Polsek Medan Barat. “Mayat kedua belum berhasil identifikasi. Tim sedang bekerja,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Choky Sentosa Meliala.

Untuk mayat yang ditemukan di Sungai Deli kawasan Kecamatan Medan Belawan, polisi masih menunggu otopsi. “Untuk sementara kami tidak menemukan bekas penganiayaan di jasad korban. Kita masih menunggu otopsi,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ichwan Lubis.

Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja. Ia pun meminta masyarakat menahan diri dan tidak menyebarkan isu yang membuat kondisi semakin tidak jelas. Dia memastikan kasus ini sedang diselidiki polisi. “Kasusnya kita selidiki. Namun ada tahapan yang membuat kita menunggu, yaitu proses otopsi yang masih berlangsung di RS Bhayangkara,” jelas Tatan.

Menurut Tatan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kematian mayat-mayat yang ditemukan di aliran sungai tersebut. “Ini kan ada beberapa TKP dan tidak semuanya di Kota Medan. Ada juga yang di daerah Belawan. Jadi harap bersabar, karena kita masih menunggu hasil Labfor,” katanya.

Terkait apakah ada dugaan korban pembunuhan, Tatan belum bisa memastikan dugaan tersebut.”Yang jelas kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit,” ujarnya.

Selain berhasil mengungkap korban atas nama Muhammad Arsyad, kemarin identitas kedua diketahui bernama Miko, warga Jalan Kapten Sumarsono Kecamatan Helvetia, Deliserdang. Miko ditemukan usai penemuan jasad Arsyad. Terungkapnya identitas Miko setelah adiknya mendatangi RS Bhayangkara Medan. Kepada petugas kamar jenzah, ia meminta agar diperbolehkan melihat jasad abang kandungnya. “Bisa saya lihat pak, abang saya,” kata pemuda itu sambil menunjukkan foto Miko kepada petugas.

Mayat di Sungai Deli (istimewa)

Sebelum dinyatakan hilang, Miko diketahui mengenakan kemeja warna merah kotak-kotak. Mendengar itu, petugas yang terharu mengajak pemuda itu untuk melihat jasad yang ditemukan itu. Spontan, pria itu pun mulai terisak-isak saat pakaian korban yang berada di dalam ruang jenazah persis seperti yang dikenakan abangnya.

Selain ciri-ciri itu, ia masih ingat wajah abang kandungnya, walaupun belum melihat jelas wajah korban. “Saya adiknya, jadi hafal wajah abang saya,” kata pemuda yang tak mau menyebut namanya.

Menurutnya, Miko sudah dua hari dua malam tak pulang. Terakhir, Senin malam kemarin masih berada di rumah. “Handphone-nya berulang kali dihubungi tak aktif-aktif lagi,” kata dia.

Ia mengaku mendapat kabar bahwa abangnya adalah salah satu dari dua korban yang ditemukan tewas di Sungai Deli yang ditangani Polsek Medan Barat. “Tadi siang kami (keluarga) dihubungi polisi, abangnya salah satu korban dan sekarang di rumah sakit,” katanya.

Miko sebelum dinyatakan hilang pergi bersama temannya Dedy Alvoncus Sitompul, warga Dusun 3 Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang. Dari penelusuran, ternyata Dedy diketahui juga menjadi salah satu dari lima korban yang ditemukan di empat lokasi, yaitu di Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Baru. (Zainul Arifin Siregar)

Comments are closed.