Polisi Memburu Penjual Keong Sawah Beracun

Jumlah korban keracunan makanan tutut atau keong sawah di dua desa di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi bertambah. Hasil penyisiran petugas puskesmas mengungkapkan jumlah keracunan makanan tutut itu mencapai 52 orang.

Polisi saat ini tengah memburu penjual tutut atau keong sawah yang diduga menjadi pemicu keracunan massal yang menimpa warga Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, puluhan warga merasakan gejala keracunan setelah memakan tutut yang mereka beli. Meski begitu, tutut yang diduga menjadi pemicu keracunan massal ini memang menjadi langganan warga setempat.

“Langganan warga, pada Minggu (22/7) warga seperti biasa membeli penganan keong sawah itu untuk dikonsumsi. Namun pada malam harinya satu persatu warga mulai merasakan gejala keracunan,” kata Susatyo kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).

Susatyo mengatakan, rata-rata korban yang mengalami keracunan ini masih berstatus kerabat dekat dari berbagai usia. Mereka yang keracunan diketahui sama-sama mengkonsumsi tutut atau keong sawah tersebut.

“Korban mayoritas masih berstatus kerabat dekat, sama-sama menyantap panganan itu. Namun waktu merasakan efek (racun) berbeda, ada yang malam harinya, besok paginya bahkan ada yang baru hari tadi merasakan efeknya. Korban paling muda berusia empat tahun,” tuturnya.

Pihak kepolisian sudah mengantongi identitas penjual keong sawah yang diduga membuat puluhan warga keracunan tersebut. Polisi masih melakukan perburuan terhadap penjual keong sawah tersebut.

“Informasi dan identitas penjual sudah kita kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk barang bukti berupa sampel makanan sudah kita amankan, sebagian sampel kita kordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk cek lab,” ucap Susatyo.

Warga desa korban keracunan keong sawah sendiri tercatat ada sekitar 45 orang. Mereka saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit di Sukabumi. Ada sekitar empat rumah sakit di Sukabumi yang menangani korban keracunan keong sawah tersebut.

Comments are closed.