Mantan PM Najib Razak Ditangkap KPK Malaysia Terkait Korupsi 1MDB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ditangkap Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM). Najib diciduk petugas anti korupsi itu dari rumahnya, Selasa (3/7/2018).

Politisi berusia 65 tahun itu tampak meninggalkan kediamannya dengan sebuah mobil polisi yang tanpa tanda. Najib ditangkap sekitar pukul 14.35 terkait SRC International Sdn Bhd. Pengacara Najib menyatakan dia akan didakwa Rabu (4/7/2018) ini.

Gugus tugas khusus penyelidikan skandal mega korupsi 1MDB memastikan penangkapan terhadap mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. “Tangkapan tersebut telah dibuat di rumahnya di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur, hari ini,” tulis Gugus Tugas Khusus 1MDB dalam sebuah pernyataannya.

Satuan gugus tugas yang menangkap terdiri atas Abdul Gani Patail, Abu Kassim Mohamed, Mohd Shukri Abdull dan Abdul Hamid Bador.  “Mohd. Najib akan dituduh pada 4 Juli 2018 (Rabu ini) pada pukul 8.30 pagi di Mahkamah Kuala Lumpur,” demikian pernyataan tersebut.

Sejak kekalahan Najib dalam pemilihan umum (pemilu) 9 Mei lalu, pemerintahan baru yang dipimpin bekas mentornya Mahathir Mohamad menyelidiki keterlibatan Najib dalam skandal korupsi dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib berulang kali membantah dirinya bersalah.

Sebelumnya Komisi Antikorupsi Malaysia memanggil Rosmah, istri mantan Najib untuk dimintai keterangan terkait skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pemanggilan Rosmah untuk membantu proses penyelidikan terkait SRC International Sdn Bhd, bekas anak perusahaan 1MDB.

Najib sendiri sudah dua kali diperiksa setelah komisi anti korupsi Malaysia menemukan bukti aliran dana sekitar US$10,6 juta ke rekening pribadi Najib dari SRC International.

Keseluruhan skandal ini mencuat setelah pada 2015 lalu Wall Street Journal melaporkan ada aliran dana sebesar US$681 juta dari 1MDB masuk ke rekening pribadi Najib. Saat menjabat, Najib terus membantah tuduhan ini dengan berkilah bahwa uang tersebut merupakan sumbangan dari anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi. Setelah Najib digulingkan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam pemilu bersejarah pada 9 Mei lalu, pemerintah Malaysia langsung melakukan penyelidikan besar-besaran.

Najib Razak bersaing dengan seniornya Mahathir Mohammad dalam pemilihan raya di Malaysia. Dalam pemilihan, Mahathir menang dan berhasil kembali menjadi perdana menteri. Kasus demi kasus yang melibatkan Najib pun diselidiki hingga akhirnya terkuak skandal 1MDB.

Pada awal penyelidikan, kepolisian Malaysia menyita setidaknya 434 tas mewah serta uang tunai senilai US$28,6 juta atau setara Rp404 miliar dari 12 properti milik Najib. Selain itu, pemerintah Malaysia juga membentuk satu komisi penyelidik, juga satuan tugas khusus untuk mendeteksi kemungkinan dugaan pidana oleh individu terkait skandal 1MDB.

Dalam beberapa pekan terakhir, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa properti milik Najib dan menyita barang-barang serta uang tunai yang didapatnya melalui dan 1MDB.  Adapun barang dan uang tunai yang disita jumlahnya mencapai RM 1,1 miliar (atau Rp 3,8 triliun). “Dari nilai ini, sejumlah RM 116 juta dalam bentuk uang tunai, perhiasan bernilai RM 440 juta, dan dari penggerebekan terakhir senilai RM 660 juta dan RM 880 juta,” kata Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (CCID) Malaysia, Ammar Singh.

Adapun perhiasan yang disita, kata Singh, totalnya sebanyak 12.000 item, dengan rincian 1.400 kalung, 2.200 cincin, 2.800 pasang anting, 2.100 gelang, 1.600 bros, 14 tiara, dengan barang yang paling mahal kalung emas senilai RM 6,4 juta. Sementara itu, barang mewah lain yang disita adalah jam tangan sejumlah 423 buah dengan 100 merek seperti Rolex dan Chopard. Semuanya bernilai RM 78 juta. Selain itu, sebanyak 234 kacamata hitam senilai RM 374.000.