KPK Tahan 3 Mantan DPRD Sumut, Rijal Sirait Segera Mundur dari DPD

Terjerat Buntut Kasus Suap Mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho

Satu persatu mantan anggota DPRD Sumatera Utara ditahan KPK. Setelah kemarin Fadly Nurzal meringkuk dalam tahanan KPK, kini giliran Rinawati Sianturi, Roslynda Marpaung dan Rijal Sirait. Ketiga bekas anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 itu terjerat tindak pidana korupsi suap pengembangan kasus mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

“Ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (4/7/2018).

Ketiganya ditahan setelah menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Baik Rijal Sirait, Rinawati Sianturi maupun Rooslynda Marpaung termasuk dari 38 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap DPRD Sumut. KPK sudah terlebih dahulu menahan mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) 2009-2014 lainnya Fadly Nurzal pada Jumat (29/6/2018) lalu.

Rinawati Sianturi merupakan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yang terjerat kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Selama proses penyidikan untuk 38 tersangka, kata Febri, jumlah pengembalian uang ke KPK terkait kasus suap itu terus bertambah. “Sekitar Rp5,47 miliar telah dikembalikan kemudian disita dan diletakkan pada rekening sementara KPK untuk kepentingan pembuktian. Pengembalian dilakukan oleh lebih dari 30 anggota DPRD Sumut,” ungkap Febri.

Sebelumnya, KPK pada 3 April 2018 telah mengumumkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumut sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Ke 38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima “fee” masing-masing antara Rp300 sampai Rp350 juta dari Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Atas perbuatannya, 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mantan anggota DPRD Sumut yang kini anggota DPD RI, Rijal Sirait mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK.

Rijal Sirait yang mengenakan lobe putih meminta maaf kepada masyarakat Sumut. Rijal mengaku sudah mengembalikan uang Rp 300 juta ke KPK. “Sudah saya kembalikan Rp 300 juta,” tutur Rijal.

Dia pun menyatakan sedang mengurus pengunduran diri sebagai DPD. “Sedang proses,” ucapnya.

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.

Mantan anggota DPRD Sumut yang kini anggota DPR RI, Fadly Nurzal, digelandang KPK ke rumah tahanan. Fadly yang juga bekas ketua DPW PPP Sumut ini terjerat kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean. Terkait kasus ini, Gatot sudah divonis 4 tahun 2 bulan penjara lantaran terbukti menyuap para anggota DPRD sebesar Rp 61 miliar. Sedangkan, ke-38 tersangka anggota DPRD itu, merupakan pengembangan perkara dari kasus Gatot tersebut. Mereka semua diduga menerima suap dengan jumlah bervariasi, antara Rp 300 juta hingga Rp 350 juta.