KM Lestari Maju Karam di Laut Selayar, 24 Orang Tewas, 74 Selamat, 41 Lagi Masih Dicari

Musibah di perairan kembali terjadi. Setelah KM Sinar Bangun karam di Danau Toba, Sumatera Utara, kini kapal feri KM Lestari Maju tenggelam di laut Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018). Insiden tragis ini menewaskan 24 orang, 74 berhasil diselamatkan dan 41 lagi masih dilakukan pencarian. Sampai Rabu (4/7/2018) dini hari, tim SAR masih menyisir lautan mencari korban kapal penyeberangan tersebut.

Detik-detik menjelang tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar

            “Dari total 139 orang penumpang, sebanyak 98 orang yang sudah berhasil dievakuasi. Dari 98 orang yang telah dievakuasi, 24 orang meninggal dunia dan 74 orang berhasil selamat. Jadi masih ada 41 orang yang masih dilakukan pencarian,” kata Bupati Selayar Basli Ali.

            KM Lestari Maju yang kesehariannya dimanfaatkan warga untuk menyeberang dari Kepulauan Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju ke Pulau Pammatata, Kabupaten Kepulauan Selayar itu tiba-tiba mengalami kebocoran di tengah perjalanan, tak jauh dari Kepulauan Bira, Kabupaten Bulukumba. Kapal tersebut tak hanya mengangkut ratusan penumpang, tetapi juga sejumlah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Mobil mobil yang diangkut KM Lestari Maju hanyut terbawa arus laut.

Berdasarkan dokumentasi yang tersebar, para penumpang terlihat mengapung di lautan dengan menggunakan jaket pelampung. Sementara, sejumlah kendaraan terjun ke laut sesaat kapal karam. Proses evakuasi korban terkendala dengan cuaca karena faktor angin kencang dan ombak tinggi. “Kandasnya KM Lestari Maju tidak jauh dari daratan. Saat kejadian, penumpang ini panik makanya loncat dari kapal ke laut. Pas waktu loncat, ombak sedang tinggi,” tandasnya.

Saat menjelang karam, para penumpang KM Lestari Maju beterjunan ke dalam lautan meski gelombang ombaknya cukup tinggi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, banyak penumpang yang belum dievakuasi dari KM Lestari Maju yang berjarak sekitar 200 meter dari daratan Kabapaten Selayar. Dimana, proses evakuasi terkendala dengan cuaca buruk dengan ketinggian ombak mencapai 2 meter lebih. “Banyak penumpang yang masih berada di kapal. Banyak penumpang yang tergencet mobil saat kapal terombang-ambing ketika hendak dikandaskan. Banyak juga penumpang yang terlempar keluar kapal saat berusaha dikandaskan. Banyak juga penumpang yang sengaja lompat dan menyelamatkan diri ke daratan,” terangnya.

Para penumpang mengapung di lautan menunggu datangnya tim penyelamat.

Berikut data korban meninggal dunia sementara yang berada di RS KH Hayyung Selayar:

  1. Lk. Ari Laksono (50) kepala ASDP Pammatata
    2. Lk. Drs. Rurung (58), guru, Jl. Mangga benteng (suami)
    3. Pr. Hj. Marlia (44), Jl. Mangga benteng (istri)
    4. Pr. Hj. Asmawati (43), LAIYOLO Kec. Bonto Sikuyu Selayar
    5. Pr. Sitti saera (58), Onto selayar
    6. Lk. H. Abd. rasyid (60) alamat Jl. Ahmad Yani benteng sleayar
    7. Pr. Rini Arianti (29), bonea selayar
    8. Lk. Abisar (2), bonea selayar (anak Pr. Rini arianti)
    9. Pr. Rosmiati (40), Jl. Mangga selayar
    10. Lk. Demma campong (45), kalaroi KEC. Bonto matene selayar
    11. Lk. Andi le’leng (47), baringan KEC. Bonto Sikuyu selayar
    12. Lk. Syamsuddin (50), Jl. Pierre Tendean No. 6 Selayar
    13. Lk. Hensi (64), baringan KEC. Bonto Sikuyu selayar
    14. Pr. Ati mala (58), baringan KEC. Bonto Sikuyu
    15. Pr. Denniamang (72), barat lambongan KEC. Bonto matene selayar
    16. Pr. Marwani (40), Sappang herlang singa Kab. Bulukumba
    17. Pr. Hj. Salmiah, 55, Kab. SINJAI
    18. Lk. A. Abd. Rasyid, 40, Jl. Pahlawan benteng selayar (asal pajjukukang bantaeng)
    19. Lk. Suryono, 55, bonehalang selayar
    20. Mayat perempuan umur 3 tahun tanpa identitas