Kemenangan Kedua Prancis di Piala Dunia Tidak Pengaruhi Popularitas Presiden

Paris, ForumKeadilan.com – Tim sepakbola Prancis akhir pekan kemarin berhasil menggondol trofi Piala Dunia dari Rusia, setelah menaklukkan tim nasional Kroasia 4-2 di pertandingan terakhir yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow.

Kesuksesan para penggawa Les Bleus meraih gelar kedua mereka di Piala Dunia disambut sukacita oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dari tribun kehormatan, tampak Macron mengepalkan tangannya ke udara ketika skuat besutan Didier Deschamps menaklukkan Kroasia.

Kemenangan Prancis di Piala Dunia ternyata memberikan dampak kepada masyarakat di sana. Dalam sebuah survei menunjukkan bahwa rasa pesimistis yang cukup lama dirasa masyarakat Prancis berubah menjadi optimistis. Akan tetapi hal tersebut tidak serta merta meningkatkan popularitas Presiden Macron.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, hasil survei dari Odoxa yang dilakukan sehari setelah Prancis mengalahkan Kroasia, diketahui bahwa sekitar 62 persen rakyat Prancis merasa optimistis dalam menyambut masa depan mereka.

Hasil tersebut cukup berbeda dengan hasil survei yang sama yang dilakukan Odoxa pada Maret 2016. Saat itu, sebanyak 53 persen menyatakan bahwa mereka pesimistis.

Kemenangan Prancis, menurut sekitar 82 persen orang Prancis, akan meningkatkan kebanggaan nasional. Sebanyak 74 persen di antaranya berpikir itu akan meningkatkan citra Prancis di luar negeri. Dan 39 persen dari mereka berpikir hal itu memiliki dampak positif pada moral mereka sendiri.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron meluapkan kegembiraan setelah tim nasional negaranya memenangkan Piala Dunia 2018. (Foto: mashable.com)

Kendati banyak foto Presiden Macron yang sangat ekspresif dalam menyambut keberhasilan timnas Prancis viral di sosial media, namun hal itu belum mampu mengangkat popularitas presiden kelahiran 21 Desember 1977 tersebut.

Dalam survei Odoxa, hanya terdapat 39 persen yang menyebutkan bahwa Macron merupakan presiden yang bagus. Itu mengalami dua persen dari jajak pendapat terakhir, 26 Juni.

Menurut Presiden Odoxa, Gael Sliman dalam catatannya, kemenangan Prancis di Piala Dunia 2018 tidak akan memiliki dampak yang sama pada popularitas Emmanuel Macron, sebagaimana yang dimiliki Jacques Chirac ketika Prancis juara dunia di kandang sendiri pada 1998.

“Dia mungkin telah sangat disukai dalam suasana perayaan kemenangan, tetapi itu jelas tidak mengubah apa pun kepada harapan terhadapnya di depan masalah ekonomi dan sosial,” ungkap Sliman, seperti dilansir Reuters.

Comments are closed.