Cari Pembenaran, Bupati Lampung Selatan Terima Suap Untuk Bantu Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan usai menjalani pemeriksan sebagai tersangka. Pemeriksaan tersebut selesai hingga Sabtu dini hari, 28 Juli 2018.

Kepada awak media, Zainudin mengaku terima uang dari kontraktor. Namun, dia berdalih uang itu akan digunakan untuk kegiatan tarbiyah atau pendidikan, bukan untuk partai.

Enggak ada, enggak ada urusan seperti itu (partai). Kami hanya membantu Tarbiyah,” kata Zainudin lalu bergegas masuk mobil tahanan.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Zainudin Hasan sebagai tersangka penerima suap. Selain Zainudin, tim KPK juga menetapkan dua tersangka penerima suap lainnya.

Masing-masing yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan Anjar Asmara, dan anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho.

Kemudian, KPK juga menjerat pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan sebagai tersangka pemberi suap. Zainudin, Agus dan Anjar disangka menerima suap sekitar Rp600 juta dari Gilang. Suap diduga terkait fee 15 proyek infrastruktur di Dinas PUPR Lampung Selatan.

Menurut KPK, Zainudin diduga mengarahkan agar semua pelaksana proyek di Dinas PUPR ditentukan melalui Agus Bhakti. Zainudin juga meminta agar Agus berkoordinasi dengan Anjar Asmara mengenai permintaan fee dari kontraktor.?