Biarpun Zainuddin Hasan Pentingkan Agama, Tapi Karena Korupsi Ya Diciduk Juga

Bupati Lampung Selatan dikenal sangat memperhatikan kepentingan agama, khususnya agama Islam. Sebuah tindakan yang mengejutkan  yang dikeluarkan oleh  Zainudin Hasan, melalui surat edaran yang disebarkan kepada seluruh perangkat kerja daerah Lampung Selatan.

Surat edaran yang bernomor: 060/0670/I.07/2016 dikeluarkan pada tanggal 24 februari 2016 yang menginstruksikan kepada seluruh satuan perangkat kerja daerah agar melaksanakan shalat berjamaah di Mesjid Agung Kubah Intan Kalianda.

Surat yang ditanda tangai langsung oleh Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang berharap anak buahnya bisa memakmurkan masjid.

Adapun isi surat tersebut sebagai berikut; “Dalam merangka memakmurkan mesjid serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, maka dengan ini diimbau kepada satuan kerja perangkat daerah dan staf yang beragama islam agar dapat melaksanakam shalar zuhur, shalat ashar dan shalat jumat berjamaah di Mesjid Agung Kubah Intan Kalianda, sesuai jadwal waktu shalat.”

Surat berisi imbauan shalat berjamaah ini sendiri, ditujukan ke staf ahli bupati, asisten sekdakab, inspektur, sekretaris dewan, kepala dinas, kepala badan, sekretaris DP Korpri, kepala kantor, kepala bagian dan di seluruh di lingkungan perkantoran Pemkab Lampung Selatan.

Namun karena diduga korupsi, ya tentu harus ditangkap juga. Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (28/7), KPK telah menggeledah lima lokasi di Kabupaten Lampung Selatan dalam penyidikan kasus tersebut. Lima lokasi yang digeledah, yakni kantor Bupati Lampung Selatan, rumah di Desa Kedaton, Kalianda, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan, dan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.  Dari sejumlah lokasi tersebut, diamankan dokumen terkait anggaran dan pengadaan.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), tim KPK mengamankan Rp 200 juta dari tangan Agus yang diduga uap terkait fee proyek di dalam tas kain merah dalam pecahan Rp100 ribu.

Kini Zainuddin Hasan sudah jadi tersangka.