PWI Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe Alihkan Bantuan Dari PT PIM

 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengalihakan bantuan PT.Pim yang sebelumnya di peruntukan kepada seluruh anggota pwi, Kamis (7/6). (FOTO/FF IJP)

 

Aceh Utara, Formu Keadilan : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara – Lhokseumawe mengalihkan bantuan PT.PIM untuk PWI kepada Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, kamis (7/6) PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) memberikan bantuan berupa satu botol sirup kepada seluruh wartawan yang bertugas di kota Lhokseumawe dan Aceh Utara yang di serahkan langsung melalui organisasi baik organisasi pers nasional maupun local.

Menyikapi hal tersebut, Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe Sayuti Achmad beserta seluruh anggotanya sepakat untuk mengalihkan seluruh bantuan dari PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang diperuntukkan bagi wartawan kususnya yang bernaung di bawah Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Sayuti Achmad kepada awak media menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi perhatian PT. PIM bagi kuli tinta di wilayah itu. Namun, ia menyebut pihaknya tidak layak menerima bantuan.

“Kami menyerahkan bantuan 5 lusin sirup dari PT. PIM yang sebelumnya akan dibagi kepada 56 anggota PWI. Setelah kami bermusyawarah dengan seluruh anggota, maka kami sepakat akhirnya bantuan itu diserahkan kepada pihak yang lebih membutuhkan seperti keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas atau orang-orang terpinggirkan” kata Sayuti.

Ketua Pertuni Lhokseumawe, Hasbullah mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berjanji akan menyalurkan bantuan itu untuk 34 anggota Pertuni di Lhokseumawe.

“Kami ucapkan terima kasih kepada PWI yang memberikan perhatian kepada kami. Selama ini, belum ada donatur dan dermawan yang inisiatif membantu kami. Sebelumnya, ada sedikit bantuan dari Pemko Lhokseumawe, itupun  setelah kami ajukan proposal” ujar Hasbullah sembari menjelaskan pihaknya sebenarnya berhak menerima penganggaran, tanpa harus meminta.

Pria yang berprofesi sama seperti rekan-rekan lainnya, yakni sebagai tukang pijat, menyebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan para donatur. Ia mengisyaratkan bagaimana kelompoknya seharusnya diperlakukan dari sisi anggaran tanpa harus meminta.

Ia berharap di bulan yang penuh berkah ini mendapat uluran tangan sesama dari masyarakat Kota Lhokseumawe, tutupnya.(FF-IJP)