Proyek Aspirasi Pak Dewan Menuai Masalah

Yusriadi: Itu Hanya Mispersepsi

Yusriadi, SH Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh (Foto/Ist)

Aceh – Proyek aspirasi salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Provinsi Aceh Yusriadi, SH yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuai masalah. Diduga proyek Pak Dewan ini telah menyerobot lahan sawah milik warga. Akibatnya, pemilik sawah protes, hal ini karena lahan ditimbun tidak ada izin pemiliknya.

Informasi yang dihimpun media ini, Pembangunan Proyek Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Tepat Guna di sepanjang bantaran saluran irigasi di Duson Barat, Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh milik Yusriadi ditempatkan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen dalam APBK Bireuen 2018.

Salah seorang pemilik sawah Syahrial yang terkena imbas proyek tersebut pada media mengaku, sangat kecewa atas tindakan penimbunan lahan sawahnya secara semena-mena.

Menurur Syahrial, ia baru tahu lahan sawahnya telah dicaplok, setelah diberitahukan warga yang kebetulan melihat saat penimbunan sawah tersebut. Setelah mendatangi lokasi, Syahrial melihat, memang benar lahan sawahnya telah ditimbun sekira empat meter.

Akibat penyerobotan lahan sawah tersebut, Syahrial merasa dirugikan dan meminta pertanggungjawaban Yusriadi. Apalagi, tanaman padi Syahrial yang terkena timbunan tanah itu, usianya sudah lebih sebulan.

Sementara Keuchik Geulanggang Teungoh, M. Husein, SH kepada wartawan mengaku, pembangunan proyek itu tidak ada koordinasi dengannya. M. Husein mengaku baru tahu, setelah diberitahukan warga terkait masalah penimbunan lahan sawah tanpa izin.

“Saya sudah panggil saudara Yusriadi untuk memediasi permasalahan tersebut. Tapi, sampai saat ini yang bersangkutan tidak pernah datang,” kata M. Husein, Selasa, (12/6/2018).

Sementara itu Yusriadi pada Majalah Forum Keadilan Selasa sore membantah permasalahn yang dituding padanya, menurutnya persoalan tersebut sedang diselesaikan secara kekeluargaan, hal tersebut hanya mispersepsi para pihak.

“Sebentar lagi saya kabari bang,  karena masalah tersebut lagi diselesaikan secara kekeluargaan,  timbul masalah karena ada mispersepsi antara para pihak,” kata Yusriadi singkat.

Tetapi sampai berita ini tayang Yusriadi belum juga memberi kabar terbaru tentang persoalan penimbunan sepihak lahan warga tersebut. [Hamdani]