Kantor Gubernur Papua Diserbu Pengusaha Asli Papua

Sekitar seratusan Pengusaha Asli Papua yang tergabung dalam Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah (GEL) mendatangi ruang kerja Gubernur Papua, Senin (25/6) siang. Mereka menuntut agar Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo menunda pergantian Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Papua, Djuli Mambaya yang menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi.

Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, para pengusaha yang didominasi oleh mama mama Papua ini memenuhi depan pintu masuk ruang kerja Gubernur yang dijaga ketat oleh Satpol PP bersama petugas PAPEDA.

Para pengusaha ini juga meneriakkan agar Penjabat Gubernur harus membatalkan pergantian jabatan Kadis PU Papua yang kabarnya akan dilakukan pergantian dalam waktu dekat ini dan akan diisi sementara oleh Asissten Perekonomian dan Kesra, Noak Kapisa.

Koordinator Pengusaha GEL Papua, Stenly Kaisiri menyampaikan, pergantian jabatan ini tidak tepat dilakukan,apalagi ini bertepatan dengan momen minggu tenang Pilkada Gubernur yang akan berlangsung pada Rabu besok.

“Jadi pergantian ini juga dikhawatirkan akan berimbas kepada kami selaku pengusaha GEL Papua. Pasalnya sudah ada kesepakatan dengan Kadis PU untuk pekerjaan-pekerjaan yang akan dijalankan oleh pengusaha GEL Papua di bulan Juni mendatang,” ungkap Stenly.

Menurutnya, ada tiga poin yang menjadi tuntutan pengusaha GEL Papua kepada penjabat Gubernur, pertama meminta menuda pergantian kadis PU Papua tersebut dengan berbagai pertimbangan melihat kondisi saat ini.

Selain itu, dikhawatirkan bila dilakukan pergantian akan terjadi perubahan, pertama karena pekerjaan akan mulai dilaksanakan Juli yang akan dilakukan oleh pengusaha GEL Papua yang nilainya berkisar dari Rp.150 juta sampai Rp500 Juta batal dilakukan. Para pengusaha Gel Papua ini juga khawatir keputusan pergantian kadis PU tersebut akan merugikan bagi pengusaha GELPapua yang saat ini jumlahnya sebanyak 388 orang.

“Jika ada pergantian, kami khawatir terjadi perubahan dari tiga poin ini, yang tentunya akan merugikan kami yang telah berjuang sejak tahun lalu. Kita perlu ada jaminan dari Gubernur bahwa tidak ada perubahan dalam tiga poin ini, jika Kadis PU diganti,”tuturnya.

Sementara itu Sekretaris GEL Papua, Jimmy Halekombo mengatakan, momen pergantian tidak tepat karena ada kontrak kerja 6 bulan ke depan dengan Kadis PU Papua berkaitan dengan pekerjaan untuk Pengusaha GEL Papua ini.

“Kalau gubernur lakukan, ini akan menimbulkan kegaduhan. Apalagi ini sudah masuk minggu tenang. Padahal kami semua berharap pilkada di Papua dapat berjalan aman dan damai,”terangnya.
Pihaknya juga menduga ada kepentingan besar oknum tertentu di balik pergantian jabatan Kepala Dinas PU Papua tersebut.Sehingga seluruh pengusaha dan seluruh elemen masyarakat secara tegas menolak pergantian ini.

“Kami minta agar pergantian ini tidak boleh terjadi, karena dapat merugikan banyak orang terutama kami sebagai pengusaha asli Papua.Kami meminta Penjabat Gubernur agar fokus melaksanakan tugas mengawal pilkada agar berjalan aman dan damai, tanpa perlu melakukan pergantian jabatan pejabat eselon di Pemprov Papua ini,”tambah Jimmy