Ganti Pengacara Tersangka Candaan Bom

Abang ipar Frantinus Nirigi, tersangka candaan bom Lion Air, Diaz Gwijangge (tengah), berbicara kepada wartawan, di Pontianak, Sabtu (2/6). Diaz Gwijangge menyatakan pihaknya mengganti pengacara Marcelina Lin yang menangani kasus adiknya, Frantinus Nirigi dengan membawa kuasa hukum sendiri dari Papua. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan akan memberi tindakan tegas berupa tuntutan hukum terhadap pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom di sarana transportasi.

Budi menilai informasi tentang adanya bom bukan bahan candaan melainkan bentuk ancaman keamanan dan keselamatan. “Kementerian Perhubungan akan menindak pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom. Ini merupakan ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi kita semua. Pelaku candaan bom akan kami tuntut secara hukum,” kata dia. Menurut UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan tercantum pada Pasal 437 Ayat (1) bahwa penyampaian informasi palsu (bom) yang membahayakan keselamatan penerbangan hingga mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda dapat dipidana penjara paling lama delapan tahun. Untuk itu,

Budi meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian berupa informasi palsu terkait dengan adanya bom. “Saya minta PPNS dapat bekerja sama dengan kepolisian untuk menindaklanjuti beberapa kejadian terkait adanya informasi bom di bandara dan memprosesnya secara hukum. Kejadian ini tentunya mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, setidak-tidaknya tertundanya jadwal penerbangan,” ujarnya. Dia berharap tindakan hukum yang diberikan terhadap pelaku candaan bom dapat memberikan efek jera. “Melalui tindakan hukum ini kami harap dapat memberikan efek jera kepada pelaku candaan bom sehingga menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk tidak lagi bercanda mengenai bom.

Bom bukan bahan untuk bercanda,” katanya Dugaan adanya bom terjadi di pesawat Lion Air JT-687 tujuan Pontianak-Jakarta pada Senin (28/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang penumpang Frantinus Nirigi asal Papua mengutarakan adanya bom kepada salah seorang pramugari Lion Air pada saat menaruh bagasi di cabin pesawat. Sesaat informasi diterima, pelaku langsung diamankan oleh Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio. Pelaku masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah diadakan pengecekan bagasi ternyata informasi bom yang diutarakan Frantinus Nirigi tidak ditemukan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang