Anggota DPR Aceh Diduga Ramai-ramai Menilep Beasiswa

Gubernur Aceh: Pemotongan Itu Salah

Gubernur Aceh dr. Irwandi Yusuf, M. Sc (Foto/FB)

Aceh – Penyaluran beasiswa yang berasal dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berselemak masalah dan diduga kuat terindikasi korupsi. Parahnya lagi diduga banyak anggota DPRA yang terlibat praktik culas menggerogoti uang rakyat tersebut. Setidaknya data yang diperoleh media ini, ada sembilan anggota DPRA yang terindikasi terlibat pemotongan uang beasiswa itu.

Berdasarkan temuan Inspektorat Aceh terungkap mahasiswa yang penerima manfaat beasiswa Pemerintah Aceh itu berasal dari usulan 24 Anggota DPRA dan ada yang mengajukan permohonan secara mandiri. Jumlah yang diusulkan dewan dan permohonan mandiri mencapi 938 orang, terdiri 852 usulan dewan, dan 86 secara mandiri.

Setelah dilakukan verifikasi oleh LPSDM, mahasiswa yang layak menerima beasiswa berjumlah 803 orang yang berasal dan jenjang pendidikan D3,D4, S1, S2, dam S3, serta Dokter Spesialis, yang tersebar di lembaga penyelenggaran pendidikan (LPP) baik dalam maupun luar negeri.

Di dalam DPA BPSDM anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 100 miliar lebih dengan realisasi mencapai Rp 90 milyar lebih. Dari jumlah tersebut dialokasikan untuk pendidikan sebnyak Rp 20 miliar lebih dengan realisasi hanya Rp 19 miliar lebih.

Berdasarkan Laporan Inspektorat bantuan yang telah disalurkan mencapai 19 miliar lebih kepada 803 mahasiswa. Namun hasil konfirmasi terhadap 197 mahasiswa penerima hanya Rp 5 miliar lebih. Sementara Rp 1 miliar lebih belum diterima oleh mahasiswa penerima, dan masih pada penghubung dan koodinator.

Penelusuran media ini, setidaknya ada empat modus pemotongan yang dilakukan, yakni dana buku rekening dan ATM penerima dikuasai oleh penghubung. Modus lain, penghubung meminta uang secara tunai kepada mahasiswa, modus selanjutnya mahasiswa penerima mentransfer kepada penghubung, dan modus terakhir, penghubung membuat rekening atas nama mahasiswa tanpa sepengetahuan mahasiswa tersebut.

Akibatnya sekarang ini kasus ini mulai berlabuh di Polda Aceh, walaupun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Aceh, setidaknya kemungkinan akan banyak tersangka dalam kasus yang menghebohkan ini.

Terkait dengan mulai terugkapnya skandal ini, MAJALAH FORUM KEADILAN yang menghubungi Gubernur Aceh Drh. H. Irwandi Yusuf, M. Sc pada Rabu, (13/6/2018) sekira pukul 12.45 WIB, media ini memperoleh keterangan dari orang nomor satu di Aceh ini bahwa pemotongan itu salah. Tapi walaupun demikian, Gubernur yang berasal dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini tetap meminta untuk mengedapankan praduga tak bersalah.

“Tentu saja pemotongan itu salah. Namun, menurut saya, mari kita mengambil sikap presumption of innocent atau praduga tak bersalah sampai pengadilan membuktikan sebaliknya,” kata pria yang akrab disapa Tgk. Agam ini.[Hamdani]