Ulama Kharismatik Aceh Peusijuk Edy – Ijeck di Posko Geutanyoe Eramas

Ulama kharismatik Aceh H Abu Usman Ali atau akrab disapa Abu Kuta Krueng mem-peusijuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah, Senin  kemarin. Masyarakat Aceh di Sumut bertekad memenangkan pasangan nomor urut satu ini sebagai pemimpin Sumut.

Peusijuk ini dilakukan saat Edy-Ijeck hadir meresmikan Posko Geutanyoe untuk Eramas di Jalan Setiabudi, Medan. Posko digagas masyarakat di Sumut untuk memenangkan Eramas memenangi Pilgub Sumut pada 27 Juni nanti.

“Pak Edy dan Bang Ijek jangan gentar, orang Aceh merupakan cucu para pejuang, dan siap berjuang untuk memenangkan Eramas menjadi pemimpin di Sumatera Utara,” kata Ketua Umum Geutanyoe untuk Eramas, Ruslan M Daud.

Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan calon Wagubsu Musa Rajekshah bersama Abu Kuta Krueng dan Ruslan M Daud saat peresmian Posko Geutanyoe untuk Eramas di Medan

Di hadapan Edy, Ketua Gerindra Bireuen ini memastikan seluruh masyarakat Aceh di Sumut sudah bulat mendukung Eramas. Dia meminta Edy-Ijeck tidak perlu menggubris adanya kelompok masyarakat Aceh yang memberikan dukungan kepada Paslon lain. “Ibarat shalat, dukungan yang sah itu barat, kalau ke timur tidak sah shalatnya,” ujarnya.

Edy sendiri memuji kerja keras Geutanyoe untuk Eramas yang telah mendirikan posko perjuangan yang cukup besar. Ketika melihat susunan nama pengurus Geutanyoe untuk Eramas, Edy pun kembali memuji kalau tim relawan ini diisi para pendekar. “Geutanyoe ini berisikan para pendekar. Saya sebagian kenal, makanya saya tahu kalau mereka ini pendekar,” kata Edy.

Mantan Pangkostrad ini menilai dukungan berupa doa yang diberikan masyarakat menurutnya sungguh luar biasa. “Tidak ada yang bisa mengalahkan doa. Itu kata guru ngaji saya,” sambungnya.

Peresmian posko ini memang dibalut nuansa islami yang sangat kental.  Sejumlah tokoh dan ulama asal Aceh dan Sumut, di antaranya Abu H Usman Ali Abu Kuta Krueng, Ketua Tastafi Medan Tgk Yahya Muda Harahap, Tgk Syamsul Bahri, Tgk Muhammad Nur, Prof Hasballah M Thaib,  serta Suriadin Noernikmat.

Sejak Edy-Ijeck hadir, lantunan shalawat terus berkumandang. Bahkan teriakan takbir terus menggema ketika Edy ataupun Ruslan berbicara di atas podium.

Di akhir acara, ulama kharismatik Aceh, Abu Usman Ali atau akrab disapa Abu Kuta Krueng memberikan peusijuk dan mendoakan Edy-Ijeck untuk menjadi pemimpin yang amanah. “Insya Allah, saya bersama Bang Ijeck berkomitmen membawa Sumut menjadi lebih bermartabat,” tukas Edy.