Suka Cita di Lapas Cipinang

Siang itu  jam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakart Timur, waktu menunjukan pukul 13.20 WIB.

Senin 8 Mei 2018, sebut saja Pucuk Merah (5) tahun bukan mana sebenarnya.

Pucuk Merah tampak riang gembira sambil berlari hilir mudik di tengah semaraknya suasana Lapas Cipinang.

Maklum saja Pucuk Merah sumringah musababnya selain bertemu ayahnya yang sedang terlilit masalah. Ia bisa pun “bertamasya” di dalam lingkungan lapas bersama keluarga mereka.

Di dalam lapas yang konon menyeramkan, saat ini sudah jauh dari kesan angker. Bahkan lapas sudah tersedia live musik yang pemainnya merupakan warga binaan Lapas Cipinang.

Tujuannya sudah barang tentu untuk membuat keluarga dan para warga binaan merasa nyaman. Hal inilah yang membuat Pucuk Merah begitu riang gembira.

Pucuk Merah pun tidak canggung bersama warga binaan turut bernyanyi sejenak menghilangkan derita didalam pikirannya.

Padahal udara di dalam lapas itu cukup membuat keringat keluar dari pori-pori kulit. Namun tidak membuat Pucuk Merah merasa terganggu aktivitasnya.

Bisa dibayangkan area pertemuan napi atau tahanan di Lapas Cipinang lebih kurang setengah lapangan olahraga futsal terisi penuh. Baik didalam maupun diluar area kunjungan. Sementara warga binaan Lapas Cipinang penuh sesak.

Beruntung di setiap sudut ada kipas angin yang setia menghalau lelehan keringat manusia. Di antara sesaknya manusia Pucuk Merah tetap tersenyum meski orang tuanya berada di dalam penjara. Seolah ia tidak perduli dengan apa yang dialami sang orang tua. Sofyan Hadi

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.