Soal Miras, Wakapolda Ancam Copot Kapolres dan Kapolsek

Forumkeadilan.com. Jakarta – Untuk memerangi peredaran minuman keras dan narkoba, pihak kepolisian dituntut untuk mengenali wilayahnya. Hal ini dikatakan Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol kepada FORUM Rabu 16 Mei 2018. “Harus menghitung untuk mengenali wilayahnya”, tegas yoyol

Seperti polsek kata mantan kapolres Jakarta Pusat itu, dulu yang saya pimpin ada dua ponpes, ada ormas, ada parpol. Ini bisa membantu memerangi narkoba dan miras dengan bahu-membahu.

Yoyol menegaskan, miras harus diperangi. Menurut dia, orang yang berada di bawah pengaruh miras biasanya mudah berbuat kejahatan. “Kapolri mengatakan, jika masih ada pabrik miras di wilayahnya masing-masing, Kapolres, Kapolsek kami copot. Mantan Kapolrestabes bandung itu menilai bawha orang paling berbahaya adalah peminum. “Karena peminum bisa melakukan tindak kejahatan apa saja,” ujarnya.

Polda Lampung menyatakan perang terhadap minuman keras oplosan. Untuk itu, jika ada oknum polisi yang membekingi peredaran miras di Lampung, masyarakat dipersilakan melapor.

“Ini sudah perintah Bapak Kapolda. Intinya, jangan ada miras oplosan yang beredar di Lampung. Kapolda juga sudah memerintahkan jajaran untuk melakukan razia,”Ujar Yoyol

Mantan Kepala Detasemen Khusus Anti Teror Polda Metro Jaya itu menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun oknum anggota yang terbukti membekingi peredaran miras oplosan.

“Kalau ada yang seperti itu, akan kita tindak sesuai aturan. Masyarakat silakan lapor kalau memang melihat dan menemukan itu. Kita tidak ingin Lampung seperti daerah lain ada korban tewas akibat miras oplosan,” Tuturnya

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs Angesta Romano Yoyol (Poskota News)

Untuk diketahui terkait operasi Miras, Polda Lampung telah memusnahkan Sebanyak 2.305 botol miras dan 3.000 liter tuak. Miras hasil Operasi Cipta Kondisi dimusnahkan di halaman Mapolresta Bandar Lampung pada Jumat, 20 April 2018. Pemusnahan barang bukti miras itu selain dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. AR Yoyol juga dihadiri juga oleh Plt Wali Kota Bandar Lampung M Yusuf Kohar. Dalam kesempatan tersebut Plt Walikota mengatakan, kegiatan Operasi Cipta Kondisi harus terus dilakukan. “Miras di Bandar Lampung mungkin makin banyak. Tentu kami dari pemkot berterima kasih atas kinerja jajaran Polresta Bandar Lampung. Karena dengan adanya Cipta Kondisi bisa menyelamatkan generasi mendatang,” ujar Kohar kepada wartawan.

Kohar mengaku selalu datang ke sekolah untuk menyampaikan bahaya miras dan narkoba kepada siswa. “Kami butuh generasi pintar, punya mental, budi pekerti, dan bahasa santun. Kalau dididik sejak bangku sekolah, kalau baik tentu baik,” kata Kohar.  Abdul Farid