Residivis Narkoba Dituntut Rendah

Maraknya peredaran dan penggunaan narkoba jenis sabu-sabu tak lepas dari lemahnya penegakan hukum di negeri ini. Bahkan Indonesia disebut sebagai lumbung narkoba.

Tengok saja aksi yang dipertontonkan penuntut umum Nova Puspitasari. Jaksa Nova menuntut Jennifer Dunn hanya 8 bulan kurungan badan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kamis 24 Mei 2018.

Padahal publik sudah mahfum Jennifer Dunn sebaga selebriti merupakan panutan warga. Sayangnya penuntut umum tidak mempertimbangkan status Jennifer Dunn untuk memperberat hukuman. Tujuannya sudah barang tentu untuk efek jera bagi siapapun yang melanggar hukum terkait penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ramel Jesaja, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, pemain film ‘Buruan Cium Gue’ itu sudah beberapa kali terjerat kasus yang sama. Oleh karena itu, hukuman untuk Jedun bisa lebih berat.
“Sejauh ini berdasarkan hasil penelitian dalam berkas perkara, yang bersangkutan sering melakukan penyalahgunaan narkotika, antara lain menggunakan di rumah yang bersangkutan di Kemang sana,” kata Ramel ketika ditemui di Kejari, Jakarta Selatan.

 

Sayangnya Asisten tindak pidana umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi DKI, Agus Winoto hingga saat ini tidak merespon saat FORUM KEADILAN meminta klarifikasi melalui fasilitas Whats App terkait rendahnya tuntutan hukum terhadap Jennifer Dunn, Jumat 25 Mei 2018.

“Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jennifer Dunn dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ujar jaksa Nova membacakan surat tuntutan.

Jennifer dinilai terbukti melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sesuai dakwaan subsider kedua jaksa.