Untuk Kedua Kalinya Menteri Rini Soemarmo Tersangkut Masalah Rekaman

 

Beredar di media sosial rekaman suara yang merupakan percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PT PLN Sofyan Basir. Dalam rekaman tersebut, terdengar keduanya membahas masalah pembagian hasil suatu proyek PLN.

Jokowi pun enggan mengomentari rekaman suara tersebut. “Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas,” kata Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4).

Sebelumnya, baik Rini dan Sofyan pun telah menjelaskan rekaman percakapan yang bocor di media sosial. Keduanya mengakui adanya percakapan tersebut, namun menurutnya rekaman yang tersebar tidaklah lengkap.

Rini sendiri menduga rekaman tersebut memang sengaja disebarkan secara tak utuh. Karena itu, ia berencana akan melaporkan hal itu ke polisi.

Bukan hanya kali ini Rini dikabarkan tersangkut masalah rekaman. Pada Juni 2016 beredar rekaman penghinaan terhadap Presiden Jokowi yang diduga dilakukan oleh Menteri Rini Seomarno pada 3 Juni 2016 dalam sebuah pembicaraan.

Di dalam pesan yang beredar, si penyebar pesan mengatakan hasil rekaman suara si menteri sudah diserahkan ke petinggi PDIP.

Masinton Pasaribu dari PDIP membeberkan menteri yang menghina Presiden adalah menteri perempuan, bukan dari partai politik dan bergerak di bawah koordinasi bidang perekonomian.

“Kalau memang saya hrs dicopot, silakan! Yg penting presiden bisa tunjukan apa kesalahan saya dan jelaskan bahwa atas kesalahan itu, saya pantas di copot!

Belum tentu juga Presiden ngerti, apa tugas saya. Wong! Presiden JUGA NGGAK NGERTI APA-APA.”

Menanggapi hal itu, Menteri Rini Soemarno merasa heran. Rini mengaku dirinya kerap dijadikan sebagai sasaran tembak oleh kader Banteng