Terbongkar! Komplotan Resedivis Penghancur Kaca Mobil

 

Polsek Medan Baru berhasil membongkar komplotan spesialis penghancur kaca mobil yang menggunakan busi bekas. Empat pelaku diringkus, satu di antaranya terpaksa ditembak karena sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

“Kawanan ini menggunakan busi bekas yang dimasukkan ke mulut, kemudian melemparkannya ke kaca mobil yang sudah menjadi target. Kami mengamankan empat orang, yakni D, S, R dan R. Mereka melakukan kejahatan pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara,” ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing didampingi Kanit Reskrim Iptu M Said Husein, Sabtu (28/4/2018).

Keempat pelaku merupakan residivis yang baru keluar dari penjara pada Desember 2017 lalu dengan kasus sama. Tak bertaubat di penjara, mereka ini beraksi kembali. Dari kasus ini, polisi berhasil menyita mobil, motor, jam, celana dan busi. “Dari empat tersangka ini ada sebanyak delapan TKP bisa juga lebih. Saya mengimbau kepada masyarakat apabila menjadi korban dari para pelaku, bisa melaporkan ke Polsek Medan Baru,” tambah Martuasah.

Dari empat tersangka, satu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. “Satu tersangka dilumpuhkan, karena mencoba melarikan diri. Dia sudah TO dan residivis. Saat dilakukan intograsi, D mengaku kalau uangnya untuk beli narkoba serta foya-foya,” ucap Martuasah.

Sebelumnya, video para pelaku sempat beredar di media sosial. Usai menjelaskan kronologi, Kapolsek Medan Baru menyuruh D untuk memperagakan cara beraksi.

Tempat-tempat komplotan ini beraksi yaitu, pencurian lokasi di Alfamidi Jalan Iskandar Muda Medan. Korbannya Julia Hartika, mahasiswi yang tinggal di Jalan Titi Papan Medan Petisah. Kasus ini dilaporkan Julia sesuai LP/366/III/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU.

Kemudian di Indomaret Jalan Ayahanda sesuai LP474/IV/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU. Korbannya Dr Helena Rugub Nainggolan warga Jalan Priuk Medan. Selanjutnya, depan Showroom Mitsubishi Jalan Gatot Subroto, sesuai LP/221/II/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU yang dilaporkan Nurdian Permana anggota Polri.

Komplotan itu juga kembali beraksi di Alfamidi Jalan Iskandar Muda sesuai LP/462/IV/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU yang korbannya Carito Bondoc warga Jalan Kirana Medan. Lokasi berikutnya di Jalan PWS Simpang Meranti, dengan dasar laporan, LP/180/II/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU, korban Farlin warga Jalan Meranti Gang Warga Medan. Lalu di Indomaret Jalan Punak dengan laporan, LP/205/II/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU yang korban Fenny Chandra warga Jalan Bandung Medan Kota.

Tempat selanjutnya di Foodcourt Jalan Sekip Medan, sesuai LP/191/II/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU dengan korbannya Yanuar Jaya warga Jalan Yos Sudarso Lorong VI Medan. Terakhir di Jalan Punak, dasar laporan LP/124/I/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MEDAN BARU dengan korban Reinhart Caesar Damanik warga Jalan Kartini Timbang Galung Pematangsiantar. (Zainul Arifin Siregar)