Polres Jakarta Barat Kembaki Tembak Komplotan Pengganjal ATM

Kepolisan Metro Jakarta Barat kembali menembak mati satu tersangka berinisal JA alias Jejen yang menjadi otak komplotan spesialis pengganjal ATM minimarket yang banyak meresahkan warga.

“Satu tersangka yang merupakan otak kelompok ini terpaksa kami berikan tindakan tegas karena melakukan perlawanan tadi pagi (23/4/2018) saat akan kami sergap,” ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu saat jumpa pers di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (23/4/2018).

Meskipun sudah ditembak, otak pembobol ATM  itu masih hidup. Hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

“Namun nyawa JA tak tertolong hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tersangka ini kehabisan darah saat dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Atas pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa satu buah senjata api jenis FN, lima buah peluru kaliber 8 mm, satu buah bong sabu, 90 Kartu ATM berbagai jenis, satu unit HP Samsung, dan satu buah dompet milik pelaku.

Sebelumnya, aksi komplotan pengganjal kartu ATM itu dibongkar aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (17/4/2018). Mereka ternyata telah beraksi di 53 lokasi. Tujuh dari 8 pelaku dari dua kelompok ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.

”Dua kelompok ini, yang pertama beranggotakan 3 orang, telah beraksi di 17 TKP (tempat kejadian perkara). Kelompok kedua lima orang, beraksi di 17 lokasi,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (17/4/2018).

Edy mengatakan, para pelaku menggasak uang nasabah dengan cara mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi atau kayu korek api yang dipatahkan. Ketika seseorang kesulitan untuk menarik uang karena kartu ATM tersangkut, ada pelaku yang berperan seolah-olah hendak menolong.

”Lainnya ada yang berperan mengintip nomor PIN,” kata Sitepu. Dari situ pelaku kemudian menguras harta pelaku. Diperkirakan dari serangkaian aksi itu mereka bisa mengeruk harta hingga miliaran rupiah.

Petugas menyita sejumlah barang bukti, mulai tusuk gigi, kartu ATM, hingga ponsel pelaku. ”Mereka terpaksa ditindak tegas karena melawan saat ditangkap,” kata perwira menengah ini.

Kanit Krimum Polresro Jakarta Barat AKP Rulian Sauri menambahkan, komplotan ini ditangkap dalam waktu berbeda. Penangkapan pertama dilakukan kepada empat pelaku, yakni Mulyadi (40), Rusdi Bawono (37), Firmansyah (29) dan Irfan Maulana (39).

Awalnya petugas meringkus Mulyadi dan Rusdi di Hotel Golden Sky, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 6 April 2018 lalu. Dari hasil pengembangan penyidikan, didapatkan nama Firmansyah yang kemudian dicokok di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu, 7 April 2018. Selanjutnya, Irfan Maulana ditangkap di Kampung Caringin, Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 8 April 2018.

”Mereka beraksi tidak hanya di Jakarta Barat, tetapi juga di Jakarta utara hingga Bekasi. Dari empat orang ini saja mereka dapatkan sekitar Rp700 juta,” katanya