Musuh “Partai Setan” Akan Diperiksa Polisi

 

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais segera menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus ujaran kebencian dan penodaan agama yang diduga dilakukan Amien Rais.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, pemeriksaan terhadap Amien Rais dilakukan setelah semua saksi baik dari ahli dan pelapor selesai diperiksa.

“Nanti terakhir diperiksa. Pak Amien Rais nanti terakhir,” ujar Adi ketika dikonfirmasi, Kamis (19/4/2018).

Menurut dia, saksi yang secepatnya diperiksa adalah Aulia Fahmi selaku pelapor terhadap Amien Rais

Setelah Aulia, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap media yang memberitakan ucapan Amien Rais tersebut.

“Setelah pelapor kami harus ambil keterangan (lagi) dari beberapa orang, terus dari pihak media yang dibawa pelapor. Barulah nanti terakhir lah Pak Amien Rais,” imbuh dia

Amien Rais resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama atas ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, karena tidak terima dengan istilah partai Islam dan partai setan yang digunakan Amien Rais. Pernyataan itu dinilai melawan hukum karena bernada provokasi dan berpotensi akan memecah belah bangsa Indonesia yang selama ini hidup rukun.

“Kami melihat disini sebagai warga Indonesia dan umat Islam, kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuasa agama sedangkan kita sama-sama tahu bahwa Negara kia Negara Pancasila dan berdasarkan UUD 1945,” kata Aulia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Aulia menjelaskan, istilah partai setan yang digunakan Amien Rais itu mengarah kepada partai-partai selain PAN, PKS, dan Gerindra, karena ketiga partai tersebut telah disebut sebagai partai Allah. Oleh karenanya, sudah jelas Amien Rais sengaja berupaya memecah-belah persatuan bangsa Indonesia.

“Kalau hanya 3 nama partai yang disebut, partai lain dianggap partai setan, atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu kami lihat ada indikasi ada dugaan bahwa dia berupaya memecah-belah persatuan bangsa,” pungkasnya

Laporan Aulia diterima polisi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Amien Rais terancam dijerat Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui, serta Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kepada polisi, Aulia juga telah menyertakan barang bukti berupa printout berita yang memuat pernyataan Amien Rais untuk menguatkan pasal yang disangkakan.

Seperti diketahui, Amien Rais menyebut PAN, PKS, dan Gerindra sebagai partai yang membela Allah. Dia juga mengatakan, orang-orang yang anti-Tuhan akan bergabung dengan partai besar yang disebut sebagai partai setan, meski tak menyebutkan partai apa saja yang dimasksud.