Kriminalisasi Musuh Partai Setan

Amien Rais akan diperiksa polisi karena membedakan Partai Allah dan Partai Setan. Musuh “Partai Setan” itu juga diserang dengan kecaman. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya berseteru dengan Amien, juga ikut menyodok dengan kata-kata. “Kalau sudah tua-tua gitu musti dipilah-pilah lah (jika mengeluarkan pernyataan).”

Bukan Amien Rais kalau ucapannya lembek atau berbunga-bunga memuji penguasa. Dengan lain kata, seperti dikemukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, “”Kalau tidak mengkritik itu bukan Pak Amien Rais,” kata Jusuf Kalla di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

Bulan ini saja Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu melontarkan tiga pernyataan pana pernyataan panas. Yang terbaru, Amien menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung Joko Widodo dalam Pemilu 2019 selama tidak ada gempa politik.” PAN tidak mungkin mendukung Pak Jokowi,” ujar Amien saat ditemui wartawan di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta, Jumat 19 April 2018.

Jadi pintu PAN sudah tertutup bagi Jokowi? “Yes. Kecuali ada keajaiban, gempa politik yang enggak masuk akal, mungkin saja. Tapi [selama] ceteris paribus, other things equal, it will never ever,” cetus Amien.

Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi (kanan) — (Foto: Medcom.id/ EKo Nordiansyah)

Menurutnya, adalah tindakan bunuh diri jika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi. Sebab menurutnya, rakyat sudah tak menghendaki kepemimpinan Jokowi. “Kalau Pak Zulhas lantas buat statement dukung Pak Jokowi sebagai capres, maka PAN insyaallah bunuh diri. Karena saya tahu di bawah sudah emoh. Jadi tolong dimengerti PAN itu partai yang punya prinsip,” katanya seraya memastikan PAN pun tidak akan bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi seandainya Zulkifli Hasan dipinang sebagai calon wakil presiden.

Masih dalam konteks politik, sebelumnya Amien membikin panas kuping orang-orang partai pendukung Presiden Joko Widodo, walau ucapan Amien tidak secara khusus menyebut nama orang atau lembaga.

Saat memberi tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat  13 April 2018, Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu, berbicara tentang partai setan dan partai Allah. “Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien sebagaimana dikutip oleh berbagai media massa.

“Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah, partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi. Rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” imbuh dia.

Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan, yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

Menkopolhukam Luhur Binsar Panjaitan [SP/Joanito De Saojoao]
Namun penjelasan Amien tidak menghentikan reaksi dari berbagai pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya berseteru dengan Amien, meminta agar para tokoh politik untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya. “Kalau sudah tua-tua gitu musti dipilah-pilah lah (jika mengeluarkan pernyataan),” ujar Luhut dengan nada sinis seusai menghadiri Seminar Nasional Kehumasan Pemerintah di Jakarta, Senin 16 April 2018.

Namun Luhut enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut. Termasuk soal Amien Rais yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya akibat pernyataannya tersebut. “Enggak usah tanya yang gitu-gitu, nanya yang lain saja lah,” jawab Luhut..

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy juga meminta Amien untuk tidak menggunakan kata-kata provokatif. Menurut ketua umum partai berasas Islam itu, yang mengetahui sebuah parpol atau kelompok masuk dalam kategori “Partai Allah” atau bukan hanya Tuhan. Amien disebutnya tak bisa memberi label. “Saya menyarankan Pak Amien menggunakan diksi atau pilihan kata-kata yang tidak provokatif, agar kebijaksanaannya terpancar seiring bertambahnya usia,” kata pria yang akrab disapa Romi itu kepada pers.

Eva Kusuma Sundari i(www.rmol.co)

Begitu pula dengan Eva Kusuma Sundari. Sekretaris Badan Kaderisasi PDIP itu meminta Amien Rais lebih baik untuk mendorong partainya bekerja dan tidak menggunakan sentimen agama untuk kepentingan politik.

Eva menganggap semua parpol didirikan dengan tujuan mulia untuk kebaikan negara dan rakyat. Ia berpendapat, masalah justru kerap muncul dari politikus, lantaran ada politikus berkelakuan seperti setan dan kerap ditemukan di parpol yang berazas agama maupun nasionalis. Tak ada parpol yang murni dari keberadaan politikus jahat. “Yang ada kelakuan dan spirit setan seperti korupsi, hate speech, adu domba, vote buying, kerakusan-kerakusan penguasaan tanah, komoditisasi agama. Korupsi misalnya, menjangkiti politisi partai-partai termasuk partainya Pak Amien,” ujar Eva.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut memberi pandangan. Menurut Tjahjo, hanya ada dua partai dalam konteks kompetisi demokrasi di Indonesia saat ini yakni artai pemenang pemilu dan partai yang kalah dalam pemilu. Keberadaan parpol menang dan kalah menurut Tjahjo adalah hal yang wajar dalam tiap kontestasi politik. “Partai menang membentuk koalisi pemerintahan. Sedangkan partai kalah silakan membentuk koalisi oposisi dalam ranah Partai Kalahan Indonesia,” ujar Tjahjo.

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily misalnya, berkata bahwa Amien Rais harusnya lebih bijak dalam bertutur. Ia menyarankan Amien Rais tidak kerap mengkritik dengan kata-kata provokatif.  “Kalau sudah menggunakan kata ‘setan’ itu artinya ingin mengatakan bahwa dirinya paling bersih. Apakah partai-partai yang disebut Pak Amien Rais itu juga bersih? Tidak terlibat korupsi begitu?” kata Ace.

Pendapat juga dikemukakan Bendahara Fraksi PDIP di DPR RI, Alex Indra Lukman. Namun dia tidak menyerang Amien secara terang-terangan. Bahkan menurutnya, tausiah Amien Rais menguntungkan partai moncong putih. Alasannya, kata dia, kemenangan yang diraih PDIP dalam Pemilu 2014 pasti atas kehendak Allah.  “Kalau partai besar dan menang pemilu pastilah atas kehendak Allah SWT. Karena seluruh rakyat Indonesia yang beragama percaya bahwa hanya seizin Allah SWT saja kamu bisa menang di Pilpres dan Pileg 2014, serta sementara ini berada di posisi teratas berdasarkan survei,” kata Alex kepada wartawan, Senin 16 April 2018.

Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Banyak lagi para politisi, baik yang senior maupun yunior, urun bicara. Yang akan frontal adalah reaksi Wakil Sekretaris Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Danik Eka Rahmaningtias mengatakan semua partai berniat berjuang untuk kebaikan bangsa dengan ideologi dan strategi yang tentu saja berbeda. “Sangat tidak bijak untuk mengkategorikan Partai Allah dan Partai Setan. Siapa yang menentukan dan apa pembuktiannya,” kata Danik melalui pernyataan tertulis, Sabtu, 14 April 2018.

Amien membedakan Partai Allah dan Partai Setan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018.

Sebagai tokoh senior bangsa, PSI merindukan petuah sejuk dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan tokoh reformasi itu. Namun dengan pernyataan Amien tersebut, PSI menjadi bertanya-tanya. “Dari mana Amien mengatakan gerakan ganti presiden yang terjadi di daerah dikehendaki oleh Allah? Sekali lagi, kami mengharapkan petuah yang sejuk dan bijak dari tokoh reformasi,” tuturnya.

Jika Amien berkukuh mengkategorikan partai tertentu sebagai partai Allah, menurutnya sangat melawan logika rakyat Indonesia. Soalnya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dan Gubernur Jambi dari PAN berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Satu sudah terpidana, satu lagi ditahan menunggu persidangan. Atau mungkin ini sebaliknya Pak Amien, bahwa Yang Kuasa ingin tunjukkan watak asli partai-partai ini,” ujarnya.

Selain diserang dengan kata-kata, Amien juga dihadapkan dengan hukum. Aktivis Cyber Indonesia melaporkan tokoh reformasi Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan delik ujaran kebencian. “Kami buat laporan polisi terlapornya saudara Bapak AR (Amien Rais) karena adanya kutipan pada media sosial,” kata Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi di Jakarta Minggu 15 April 2018.

Amien dituduh melakukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penodaan agama melalui media sosial seperti diatur Pasal 28 ayat 2, UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau Pasal 156 a KUHP.

Aulia menyebutkan pernyataan politisi senior PAN yang disampaikan melalui media sosial sudah menyebar mengenai orang tidak bertuhan, partai Allah dan partai setan.

Bagi Aulia pernyataan  Amien berpotensi memprovokasi masyarakat karena ungkapan partai beragama dan partai setan.Menurut Aulia telah menghina partai politik di luar tiga partai yang disebut partai Allah sehingga termasuk kategori ujaran kebencian. Menurut Aulia pula, Amien telah memecah belah bangsa Indonesia melalui pernyataannya bermuatan SARA.

Laporan itu ternyata ditanggapi oleh polisi. Amien diwartakan akan  segera menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, pemeriksaan terhadap Amien Rais dilakukan setelah semua saksi baik dari ahli dan pelapor selesai diperiksa. “Nanti terakhir diperiksa. Pak Amien Rais nanti terakhir,” ujar Adi ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis 19 April 2018.

Menurut Adi, saksi yang secepatnya diperiksa adalah Aulia Fahmi selaku pelapor terhadap Amien Rais. Setelah Aulia, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap media yang memberitakan ucapan Amien Rais tersebut. “Setelah pelapor kami harus ambil keterangan (lagi) dari beberapa orang, terus dari pihak media yang dibawa pelapor. Barulah nanti terakhir lah Pak Amien Rais,” tambah Adi.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan.(poskotanews.com/yendhi)

Mungkin karena Amien orang kondang, para pengacara yang menamakan diri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menyiapkan 200 pengacara untuk membelanya. “Dari ACTA, ada 200 sekian orang ya, tapi kan kita nggak hanya ACTA, jadi berkoalisi dengan teman-teman advokat lain. Mungkin bisa mencapai 400-500 orang advokat untuk bantu Pak Amien Rais,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 17 April 2018.

Habiburokhman menyebut Amien sebagai tokoh bangsa yang harus dibela. Dia menilai apa yang disampaikan Amien seharusnya dikaji, bukan dilaporkan ke polisi. “Kita tahu beliau itu adalah tokoh bangsa, guru bangsa, ulama, sekaligus pakar politik, profesor politik. Tentu harus kita jaga. Dan yang disampaikan beliau, saya pikir dikaji dengan jernih, nggak ada sama sekali menyinggung kelompok mana pun. Itu adalah pernyataan umum normatif, yang seharusnya bisa kita jadikan bahan introspeksi bersama,” katanya.

Habiburokhman juga polisi seharusnya menolak laporan yang ditujukan untuk Amien serta Rocky Gerung. Menurutnya, tidak ada unsur pidana di balik ucapan Amien. “Pidananya di mana? Itu sulit sekali dicari. Jadi sudah seharusnya laporannya ditolak sejak awal. Kami baca semua statement-nya, dipelajari teliti, kesimpulan kita, ini sama sekali bukan pidana,” kata Habiburokhman.

Disamping memperoleh pembelaan secara hukum, Amien pun mendapat dukungan opini.

Putra sulung Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais, buka suara. Sudah tentu ia membela bapaknya. Ia menjelaskan arti dari diksi “partai setan” dan “partai Allah” dapat ditemukan di kitab suci umat Islam, Alquran. Surat Al Mujadilah ayat 19 dan 22, kata Hanafi, menjelaskan definisi beserta siapa saja golongan yang masuk dalam kategori dua partai itu.

“Silakan bisa dibuka dan baca Alquran surat ke 58 Al Mujadilah ayat 19 yaitu peringatan Allah tentang apa itu ‘partai syaithan’/’hizbusysyaithan’ dan ayat 22 tentang siapa saja yang termasuk ‘partai Allah’/’hizbullah’,” ujar Hanafi wartawan Selasa 17 April 2018.

Politikus itu memastikan, dakwah ayahnya merujuk pada Alquran. Penjelasan ihwal partai setan dan partai Allah juga dianggapnya sesuai konteks, karena disampaikan Amien Rais kala tausiah Subuh.

Hanafi mempertanyakan letak kesalahan ayahnya. Anggota DPR dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta itu berkata, Amien Rais jelas tidak mengartikan partai setan dan partai Allah dalam arti partai politik di Indonesia.  “Apa yang salah dengan orang berdakwah? Apakah dakwah mau dikriminalisasi juga? Sebaiknya para pewarta lebih teliti dan bijaksana mengolah fakta,” kata Hanafi.

Yusril Ihza Mahendra/detak.co

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, juga menilai tausiah Amien Rais soal partai setan tidak mengandung unsur ujaran kebencian. Bagi Yusril pernyataan  itu tak perlu diperdebatkan karena merupakan hal yang biasa dilakukan politisi dalam konteks politik tanah air saat ini. “Menurut saya sih tidak [bukan ujaran kebencian], ini klasifikasi dari segi politik saja. Dan biasa orang mau politik ngomong dengan bahasa-bahasa seperti itu,” ujar Yusril saat ditemui wartawan di Bareskrim Polri, Senin 16 April 2018.

Yusril menganggap tausiah Amien merupakan bahasa yang berusaha menyindir para partai yang dianggap membawa permasalahan bagi negara Indonesia saat ini. “Menurut keyakinan beliau adalah partai yang betul berada di dalam kebenaran dan partai yang mendukung rezim pemerintah yang membawa begitu banyak persoalan bagi bangsa dan negara kita. Jadi tidak selalu bahasa politik itu harus dilarikan ke ranah pidana,” kata dia.

Yusril menyarankan bagi pihak yang merasa tersindir terhadap pernyataan Amien Rais itu agar terlebih dulu menggunakan hak jawab. “Menurut saya gunakan hak jawab lebih dulu. Misalnya membantah omongan Pak Amien. Kami ini bukan setan loh, kalau yang merasa seperti itu. Jadi masalahnya selesai,” pungkasnya. Lagi pula, lanjut Yusril, Amien tidak menyebut partai tertentu. Hamdani