Gerung Tersandung Kitab Suci

Akibat pernyataannya dalam sebuah acara televisi, Rocky Gerung dilaporkan ke Polisi. Tuduhannya serius, penistaan agama.

Rocky Gerung dilaporkan mengenai ‘kitab suci fiksi’ ke Bareskrim Polri. Kali ini Rocky dituduh menistakan agama. Pelapor Rocky Gerung adalah Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian. Jack tiba di Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin 16 April 2018 pukul 17.00 WIB.

Laporan Jack diterima dengan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP. Menurut Jack, kitab suci yang disebut Rocky Gerung merujuk pada Alquran, kitab taurat, dan sebagainya. Menurutnya, penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya.

“Kitab suci dibilang fiksi, kalau dibuat ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain, dan fiksi itu rekaan, khayalan. Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi dong, atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong, biarlah berfokus di situ,” ujar mantan relawan Ahok ini.

Jack mengatakan pembuktian pasal penistaan agama merupakan wewenang penyidik. Dia juga mengaku siap diperiksa sebagai pelapor. “Nanti biar saksi ahli, saya rasa polisi dalam hal ini Bareskrim, akan profesional, saksi ahli yang akan membuat terang ini,” ucap dia.

Permadi Arya dan Jack Boyd Lapian dari Cyber Indonesia melaporkan Rocky Gerung — Viva

Sebelumnya, aktivis media sosial Abu Janda alias Permadi Arya melaporkan dosen Universitas Indonesia Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya. Rocky dipolisikan soal pernyataannya di salah satu acara stasiun televisi swasta. Ucapan Rocky berbunyi ‘kitab suci itu fiksi’.

“Jadi sebagai umat Islam selaku Ketua Cyber Indonesia melaporkan, tidak hanya itu, saya sebagai umat muslim, Bang Jack sebagai Kristiani. Juga tadi ada bang Fardian yang beragama Buddha. Malam imi ada tiga agama, muslim, Kristen, Buddha, mewakili umat yang merasa tersakiti oleh pernyataan saudara Rocky Gerung bahwa kitab suci itu fiksi,” kata Permadi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu 11 April 2018.

Permadi menyebut pernyataan Rocky jelas-jelas telah melukai sejumlah umat beragama di Indonesia. Sebab, menurut Permadi, jika merujuk ke KBBI, fiksi itu merupakan sesuatu yang tidak nyata.

“Saudara Rocky Gerung tidak bisa berkelit karena yang dia katakan meskipun tidak menyebut secara spesifik yang namanya agama apa, dia tidak menyebut secara spesifik, tapi yang namanya kitab suci, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), itu kitab suci merujuk ke Alquran, Injil dan lain-lain,” ujar dia.

Laporan tersebut tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan sesuai pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Pernyataan Rocky Gerung soal kitab suci itu fiksi disampaikannya dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta. Saat itu Rocky menjadi pembicara terakhir dan dipersilakan untuk menyampaikan pendapat terkait tema yang diusung.

Rocky awalnya bicara soal pentingnya masyarakat untuk membaca fiksi. Bagi Rocky, fiksi merupakan energi yang mengaktifkan imajinasi. Dia kemudian menjelaskan perbedaan antara fiksi dan fakta. Kata dia, fiksi itu lawannya realitas, bukan fakta.

Rocky tiba-tiba bertanya kepada seluruh pembicara yang hadir di acara tersebut. Dia mengatakan ‘apakah kitab suci itu fiksi atau bukan’. Tak ada yang menjawab terkait pertanyaan tersebut sampai akhirnya Rocky menegaskan kitab suci itu adalag fiksi. Beberapa pembicara tampak tak setuju dengan pernyataan Rocky. Dia pun memberikan penjelasan perihal pernyataan tersebut.

Permadi Arya alias Abu Janda memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai pelapor terhadap Rocky Gerung (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Menanggapi laporan tersebut, Rocky mengatakan siap memberikan klarifikasi jika dipanggil oleh pihak kepolisian. “Ya (akan memberikan klarifikasi ‘kitab suci fiksi,” jawab Rocky lewat pesan singkat.

Pernyataan Rocky memang melahirkan pro dan kontra, jika yang kontra melaporkan ke pihak berwajib. Sementara yang pro siap mendukung Rocky. Mereka yang menyampaikan dukungan berkumpul di Quiznos Cafe, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 17 April 2018.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman menyebut acara itu merupakan tindak lanjut dari rapat ACTA Presidium sebelumnya.

“Kita ini berdasarkan rapat ACTA Presidium, kita diminta berpartisipasi dalam advokasi tokoh-tokoh besar yang saat ini dilaporkan Pasal 28 dan 45 UU ITE, yaitu Pak Amien Rais dan Pak Rocky Gerung. Kami beranggapan dua tokoh ini sangat penting untuk kita jaga,” kata Habiburokman dalam sambutannya di lokasi.

Menurutnya, apa yang disampaikan Rocky Gerung yang mengatakan ‘kitab suci adalah fiksi’ memiliki suatu nilai kebenaran dalam menyatakan kebebasan berbicara dan berekspresi. “Karena apa yang mereka sampaikan, menurut kami, adalah suatu yang memiliki nilai kebenaran. Saat ini adalah pertaruhan terkait keberadaan Pasal 28 dan 45 itu adalah bagaimana kita menjaga kebebasan bicara dan kebebasan ekspresi yang dahulu susah payah kita raih,” imbuhnya.

Dia mengaku ACTA telah mengerahkan 200 advokat untuk mendampingi Amien Rais serta Rocky dalam menghadapi masalah hukumnya. Di tempat yang sama, tampak pula Eggi Sudjana, yang mengaku sempat berkomunikasi dengan Rocky mengenai pernyataannya itu.

“Saya menilai apa yang disampaikan Rocky Gerung itu saya sudah WA dia dan dia membenarkan, yang saya benarkan dari kata Rocky adalah pengertian fiksi. Kata Rocky, fiksi adalah membangkitkan energi, dia nggak menyebut Alquran karena Alquran itu wahyu Allah, jadi lawannya fiksi itu realitas,” ujar Eggi.

Dalam acara ini juga ada sesi penandatanganan di sebuah poster sebagai bentuk dukungan mereka kepada Rocky Gerung. JULIE INDAHRINI