Dua Kader Golkar Diperiksa KPK Terkait E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi terhadap dua pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah, yakni M Iqbal Wibisono dan Bambang Eko Suratmoko, terkait aliran dana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Dua politikus Golkar itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi, yang merupakan keponakan dari Setya Novanto.

“Kami mengklarifikasi ada fakta-fakta baru ketika proses penyidikan terhadap tersangka Anang Sugiana Sudihardjo yang juga sudah masuk ke persidangan muncul pada saat itu, yaitu terkait dengan dugaan aliran dana terkait KTP-el,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/4).

Dua saksi itu sebelumnya juga pernah diperiksa untuk tersangka mantan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Anang saat ini sedang diproses di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta terkait perkara korupsi KTP-el.

“Itulah yang kami dalami karena ada fakta baru, ada informasi baru yang perlu kami klarifikasi lebih lanjut. Kami akan kroscek juga dan klarifikasi apakah ada penggunaan uang untuk pembiayaan kegiatan atau sejenisnya,” ujar Febri.

Untuk diketahui, dalam dua hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap dua saksi, yaitu M Iqbal Wibisono dalam kapasitas sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Tengah pada Kamis (26/4). Kemudian pada Jumat (27/4) dilanjutkan pemeriksaan terhadap saksi Bambang Eko Suratmoko dalam kapasitasnya sebagai Bendahara DPD Partai Golkar Jawa Tengah Tahun 2012.

“Jadi, kedua saksi ini termasuk saksi relatif baru yang kami periksa dalam penanganan perkara atau di persidangan dengan terdakwa Irman, Sugiharto bahkan Setya Novanto faktanya belum muncul,” kata Febri,

Terkait pernah diperiksanya dua saksi itu dalam proses penyidikan Anang Sugiana, pihaknya juga akan menimbang untuk proses pembuktian lebih lanjut di proses persidangan dengan terdakwa Anang tersebut. “Tadi ada tambahan informasi yang disampaikan saksi juga yang kemudian tentu dituangkan oleh penyidik dalam Berita Acara Pemeriksaan,” ucap Febri.