Dari 103 Pasien Korban Miras Oplosan Di Cicalenga, 45 Sudah Mati Tak Khusnul Khotimah

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Kabupaten Bandung, dari tanggal 6 April 2018 hingga Selasa siang tadi telah menerima 103 pasien intoksikasi alkohol, mereka warga yang diduga menjadi korban minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Bagian Humas RSUD Cicalengka, ke-103 pasien intoksikasi alkohol atau keracunan akibat alkohol tersebut terdiri dari 102 pasien laki-laki dan seorang pasien perempuan.

Sedangkan pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena menderita intoksikasi alkohol di rumah tersebut dari tanggal 6-10 April 2018 mencapai 31 orang.

Sementara itu, dari tanggal 6 hingga 10 April 2018, RSUD Cicalengka merawat 48 pasien keracunan alkohol, yang terdiri dari 29 pasien dirawat di IGD dan 19 pasien menjalani perawatan di ruang perawatan biasa.

Kepolisian Daerah Jawa Barat merilis korban tewas setelah menenggak minuman keras (Miras) oplosan mencapai 45 orang dalam beberapa hari terakhir.

“Kaitan minuman keras oplosan, saya prihatin dan duka cita, korban masih bertambah (dalam) satu jam terakhir sudah 45 meninggal dunia,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Kafe Atmosphere Kota Bandung, Selasa.

Agung mengatakan puluhan korban tewas itu tersebar di tiga wilayah berbeda yakni Cicalengka, Kota Bandung, dan Sukabumi. Namun kejadian di Cicalengka mendominasi angka kematian akibat minuman haram tersebut.