Asal-Usul Seragam Brigjen Polisi Gadungan Dilacak

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, saat ini, pihaknya masih mendalami asal baju-baju polisi yang dimiliki oleh polisi gadungan berinisial A, dan mengaku berpangkat Birgadir Jenderal (Brigjen). “Ini masih kita dalami. Kita belum dapat data lengkap karena masih kita dalami dimana dia membeli itu. Kemudian digunakan untuk apa saja selama ini,” ujar Indra saat dihubungi, Sabtu (21/4/2018).

Sementara ini, dalam penangkapan Brigjen gadungan itu, polisi mengamankan baju PDH, PDL, dengan atribut-atributnya lengkap atas nama A. Polisi mengkhawatirkan pelaku dengan baju-baju itu bisa membuat onar di suatu wilayah. “Jangan-jangan dia melakukan hal-hal yang meresahkan masyarakat, makanya ini kita dalami,” kata Indra.

Alkisah seorang polisi gadungan berinisial A yang mengaku berpangkat Brigjen Pol ditangkap Polres Jakarta Selatan di Wilayah Banten, Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kita coba dalami sepertinya tidak ada, coba kita dalami akhirnya, kita bisa temukan keberadaannya. Kita tangkap tadi malam jam 03.00 WIB di Banten,” ucap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di Polda Metro Jaya, Jumat (20/4).

Disebutkan, dari pendalaman yang dilakukan penyidik terhadap polisi gadungan tersebut, Indra menjelaskan awalnya si pelaku mencoba melakukan intervensi kasus yang sedang ditangani oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

“Ada kasus yang kita tangani yaitu kasus penipuan dan penggelapan, tetapi karena kecurigaan kita loh kok ada orang yang mengaku-ngaku berpangkat Brigjen Polisi A (nama inisial pelaku). Ini sedang kita dalami keterkaitan dia kenapa dia intervensi masalah itu,” kata dia.

Disebutkan, melalui modus intervensi tersebut digunakan pelaku untuk menakut-nakuti kemudian mengintervensi.

“Itu kan bisa jadi modus menakut-nakuti, terus mengintervensi. Kita kan pada prinsipnya bekerja profesional apa adanya. Kemudian dia intervensi, minta bantuan terus memaksa. Ya kita tidak bisa, kita curigai, kita tangkap,” ujarnya.

Saat polisi melakukan penangkapan, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Namun dengan adanya bukti-bukti yang menguatkan dari polisi, ternyata pelaku tidak bisa mengelak.

“Sempat mengelak, tapi dia enggak bisa kabur, karena langsung kita bawa ke Polres,” tuturnya.

Adapun latar belakang pelaku ternyata pengangguran. “Dia bilang enggak ada pekerjaan atau pengangguran,” terangnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi berupa seragam kepolisian (PDH dan PDL) dengan atribut-atribut lengkap.

“Kita temukan baju PDH, PDL dengan atribut-atributnya itu lengkap atas nama A. Di mana dia beli itu kita masih dalami, kemudian dia gunakan untuk apa saja,” ujarnya.