6 Tersangka Kasus Penari Setan, Termasuk 3 Penarinya

Sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang dilabeli “penari setan” ini. Penetapan tersangka ini dilakukan Polres Jepara secara bertahap. Awalnya polisi menetapkan H alias G yang merupakan ketua seksi hiburan kegiatan 1st Anniversary Jepara N Max Owner. Setelah itu, aparat menciduk B (unsur panitia juga) dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah itu, giliran AL yang merupakan penghubung antara panitia dan agen tari. Lalu, giliran tiga “penari setan”, masing-masing berinisial K (asal Purwokerto), V (asal Semarang) dan E (Pati) yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada enam orang yang dimintai pertanggungjawaban. Status mereka sudah tersangka semua,” kata Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (17/4/2018).

Ketiga penari ini dijerat dengan Pasal 34 UU No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Sedang H, B dan AL dijerat dengan Pasal 33 UU Pornografi.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” paparnya.

Ketua Yayasan Kartini Indonesia (YKI) Hadi Priyanto mengatakan pornoaksi saat kegiatan 1st Anniversary Jepara N Max Owner telah membuat RA Kartini “menangis”. Sebab perjuangan yang dirintis Kartini lebih dari 100 tahun lalu, justru dinodai oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, YKI mengajak seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk ambil bagian dalam perumusan dan penyusunan nilai-nilai utama RA Kartini. Harapannya agar anak-anak kita akan mudah belajar dari nilai dan karakter RA Kartini,” tandasnya.