Penasihat Hukum Pertanyakan Diskriminasi Penahanan terhadap Andre

Jakarta, ForumKeadilan.com – Dalam sidang lanjutan perkara dengan No. Reg. Perk: PDM-68 terdapat perbedaan perlakuan. Terdakwa I, Nusye Ratulangi Ichwan tidak ditahan, namun terdakwa II, Andre Kalimandjaro Lantang harus ditahan. Lantas kenapa bisa terjadi diskriminasi penahanan tersebut, ada apa dengan Hakim dan Jaksa?

Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi pelapor Hendriata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/3), diketuai oleh Mejelis Hakim Tafsir Sembiring dan beranggotakan Desbeneri Sinaga dan Kohar.

Di depan persidangan, saksi dengan gamblang menyatakan telah mentransfer uang senilai Rp7 miliar ke Nusye. Sebelum transfer, kata Hendriata, dirinya sudah mengenal kedua terdakwa dari temannya. Selanjutnya mereka melakukan pertemuan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Ironisnya dua tahun setelah saksi pelapor mentransfer uang tersebut, kedua terdakwa dinilai tidak memiliki iktikad baik untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya tersebut.

“Saya transfer Rp7 miliar ke Nusye. Makanya dia yang paling saya kejar dan minta pertanggungjawabannya,” ujar Hendriata dalam persidangan di PN Jakarta Pusat.

Seusai mendengarkan keterangan saksi, penasihat hukum Andre, Ariano Sitorus SH MH meminta kepada majelis hakim agar kliennya mendapat penangguhan atau tahanan kota.

“Terdakwa I saat ini sudah kelihatan sehat. Tapi dia tidak ditahan, padahal mereka satu kesatuan dalam perkara ini,” ujar Ariano seraya menambahkan jika pihaknya juga sudah menambahkan dan melengkapi berkas agar Andre mendapatkan pengalihan tahanan.

Menanggapi hal itu, Tafsir Sembiring menyatakan belum bisa mengabulkan permohonan pengalihan tahanan tersebut.