Marbot Masjid Mengaku Merekayasa Penganiayaan Dirinya Sendiri

Marbot Masjid Agung Istiqomah Pamengpeuk Garut, Jawa Barat Uyu Ruhyana harus berurusan dengan polisi. Ia mengaku telah rekayasa kasus penganiayaan pada dirinya sendiri pada  Rabu, (28/2). Pria berusia 57 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Garut. Ia pun menyampaikan permintaan maaf terhadap masyarakat.

“Saya malu telah berbohong. Saya minta maaf kepada warga yang telah resah oleh ulah saya,” katanya pada wartawan di Mapolres Garut, Kamis (1/3/2018).

Ia merasa khilaf sudah melakukan tindakan rekayasa tersebut. Alasan di balik rekayasa itu, kata dia karena masalah ekonomi yang menghimpitnya. “Pikiran ini hanya tiba-tiba. Waktu itu jam dua dini hari. Saya lakukan sendirian tanpa ada yang menyuruh atau pun yang membantu,” ujarnya.

Sebenarnya, ia berharap lewat aksi rekayasanya itu bisa mengubah honornya yang hanya 125 ribu sebulan. Ia tak berpikir panjang bahwa tindakannya justru merembet ke perkara hukum.

“Dulu kan saya dijanjikan akan diberi warung kecil-kecilan. Tapi setelah lima tahun mengabdi belum dikasih juga. Jadi saya bingung untuk menutupi kebutuhan hidup,” ucapnya.

Ia menyampaikan rasa sesal atas perbuatannya. Ia mengaku bersedia kembali menjadi marbot Masjid kalau diizinkan pihak pengurus. “Kejadian ini murni kesalahan saya. Saya berjanji tak akan mengulanginya lagi. Saya malu dan menyesal,” ujarnya.

Uyu Ruhana yang bekerja di Masjid Al Istiqomah ditemukan warga dalam keadaan tangan terikat oleh mukena, mulut tertutup sorban, kaki terikat mukena dan peci sobek serta kursi kayu dalam keadaan patah sekira pukul 04.00 WIB, Rabu (28/2/2018).

Sontak hal tersebut mengejutkan warga yang kemudian membawa Uyu ke ke Puskesmas Pameungpeuk. Kabar mengenai adanya marbot masjid dianiaya menyebar luas di media sosial sejak pukul 6 pagi.

Mendapat kabar tersebut, pihak Polres Garut bersama tim Reskrimum Polda Jabar mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan prarekontruksi di TKP. Namun, dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya penganiayaan. Polisi yang curiga lalu memeriksa Uyu.

“Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakauan korban, dirinya dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang. Pada baju ditemukan robekan dengan sengaja bukan akibat dari benda tajam (golok). Dan kami duga ini dibuat oleh korban sendiri,” jelas Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Polisi Umar Surya Fana, saat ditemui di Mapolda Jabar.