JOSUA: Distrik Harus Dijadikan Suatu Basis Pembangunan

ForumKeadilan.com – Paslon Gubernur Papua nomor urut dua, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang disingkat JOSUA melakukan kampamye tatap muka di Namblong, Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Senin (19/3/18).

Kegiatan tersebut diikuti juga oleh Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua, Yanni SH, Ketua DPC Kabupaten Jayapura, Lutfi Karima dan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Natan Pahabol.

Di awal sambutannya, Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua, Yanni mengatakan, pertemuan atau tatap muka seperti ini bukanlah yang pertama, tapi pertemuan seperti ini sudah berkali-kali, dan sudah seperti keluarga besar.

Dengan telah ditetapkannya JWW sebagai Gubernur Provinsi Papua oleh Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, maka Yani meminta masyarakat yang ada di Nimbokram berkomitmen untuk memilih JOSUA. “Jangan ada dusta di antara kita dan ini adalah janji yang disaksikan oleh langit dan bumi,” ucapnya.

Srikandi Gerindra mengingatkan masyarakat untuk tidak mempertaruhkan lima tahun lagi ke depan, maka tentukanlah pilihannya sekarang dengan cerdas. Dia menyampaikan kepada semua pendukung dan simpatisan agar 27 Juni 2018 ada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru untuk Provinsi Papua.

Di tempat yang sama, Habel Melkias Suwae dalam janji politiknya mengatakan, dia bersama calon Gubernur, John Wempi Wetipo telah menyiapkan konsep untuk membangun Papua dalam lima tahun ke depan. Salah satunya menjadikan distrik sebagai basis pembangunan Papua.

“Distrik harus dijadikan suatu basis pembangunan. Di situ ada pemerintahan distrik yang harus diberikan kewenangan untuk pemberdayaan,” terangnya.

Apalagi, kata mantan Bupati Kabupaten Jayapura ini, saat ini banyak uang mengalir ke kampung-kampung, bahkan mencapai hampir Rp1 miliar per kampung. Itu perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan dari kepala-kepala distrik, sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya.

“Tujuan pemberdayaan ini supaya orang di kampung menjadi cerdas. Oleh karena itu di distrik nanti akan ada rumpun pendidikan, rumpun kesehatan, rumpun pembangunan infrastruktur. Kita operasi di kampung dan kita kasih tahu betapa pentingnya pendidikan, kesehatan dan lainnya, sehingga kami menawarkan itu,” jelas HMS.

Saat ini, kata HMS, pemerintahan di distrik sangat lemah sekali, tidak ada orang luar biasa di distrik, sehingga harus ada pemberdayaan. Ketika masih menjabat sebagai Bupati, dia pernah menanyakan kepada kepala dinas apakah sudah turun semua ke distrik, namun tidak ada yang menyatakan sudah.

“Konsep pemberdayaan pemerintahan distrik adalah suatu pilihan untuk percepatan pembangunan di Papua sekaligus untuk melindungi orang Papua dan berpihak serta memberdayakan OAP. Orang Papua ini adalah semua orang yang memilih dan hidup di atas tanah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, John Wempi Wetipo menyakinkan jika Habel sudah 10 tahun memimpin Kabupaten Jayapura, namun sampai saat ini tidak masuk penjara berarti Habel orang yang bersih. “Sudah tujuh tahun lepas dari bupati namun sampai hari ini Pak Habel masih eksis dan tidak ada nama kotor, berarti orang bersih. Saya juga bupati mau sepuluh tahun, mestinya suara Kabupaten Jayapura diberikan kepada Pak Habel,” kata Wempi Wetipo.

JWW mengatakan jika mau menjadi pemimpin, bukan bicara masalah uang, namun berbicara soal hati. Untuk itu, JWW mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang lurus pikirannya. “Meski kita tidak punya apa-apa, tapi kami punya harga diri dan harga diri itu untuk melakukan perubahan di negeri ini,” katanya.