ATM 87 Nasabah BRI Dibobol Warga Rumania Dengan Cara Skimming

 

Saldo puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Setyo Wasisto, tercatat 87 orang melaporkan mengalami kehilangan tersebut.

Menurut Setyo, sejumlah korban mengalami kehilangan saldo sebagian. “Nah sampai saat ini yang sudah melapor ada 33 orang (Kediri), di unit purwokerto ada 54 orang,” kata Setyo, Jumat (16/3/2018).

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan mendalam. Polisi berupaya mendapatkan bukti-bukti yang kuat sehingga bisa mengetahui konstruksi hukum dalam kasus tersebut.

Setyo menyatakan, kasus ini dilakukan oleh oknum, bukan institusi. “Pelakunya oknum bukan melibatkan institusinya. Dia tahu sistemnya kemudian mainkan sistem,” jelas dia.

Kendati demikian, lanjut Setyo, besar kemungkinan pelaku berada di dalam atau mengetahui tentang sistem internal BRI. Setyo juga mengungkapkan adanya kemungkinan pelaku adalah oknum internal BRI. Mengenai berapa lama kejahatan ini sudah berlangsung, polisi masih mendalaminya.

“Ini sedang diteliti apakah saat memasukkan ATM atau dalam sistemnya diselewengkan. Ini sindikat terorganisasi,” kata Setyo.

Petugas Polda Metro Jaya menyita 1.447 kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari sindikat skimming yang membobol saldo rekening nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Polisi telah menangkap lima anggota sindikat, yang tiga di antaranya adalah warga negara Rumania.

“Ada juga sejumlah alat deepskimmer,” kata Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Rovan Richard Mahenu di Jakarta Jumat (16/3/2018).

Polisi juga mengamankan berbagai alat untuk mencuri data nasabah bank seperti deepskimmer yang sudah jadi, encorder, dan tiga unit spycam. Berdasarkan pemeriksaan sementara sindikat pembobol saldo rekening nasabah BRI itu telah beroperasi sejak Juli 2017.

Para tersangka menyasar nasabah bank dengan menyimpan alat deepskimmer pada mesin ATM di wilayah Jakarta, Bandung, Tangerang, Yogyakarta, dan Denpasar Bali. Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya membekuk sindikat pembobol saldo nasabah BRI dengan modus skimming yang melibatkan tiga warga Rumania, seorang Warga Hungaria dan seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

Kelima pelaku yakni Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai alias Lucian Meagu, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, serta seorang WNI Milah Karmilah. Petugas meringkus para pelaku di DE PARK Cluster Kayu Putih Blok AB 6 Nomor 3 Serpong Tangerang Banten, Bohemia Vilage 1 Nomor 57 Serpong Tangerang, Hotel Grand Serpong Tangerang, dan Hotel DeMax Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Lima pelaku skimming ATM BRI itu membeberkan cara mereka menyedot uang nasabah. Mereka mengambil uang nasabah dari ATM BRI di ibu kota provinsi seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu mengungkapkan, aksi mereka telah dijalankan sejak tahun lalu. “Tepatnya sejak Juli 2017, membuat alat skimmer dan seperangkat alat pendukung lainnya,” ucap dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/3).

Skimming adalah tindakan kriminal mencuri data kartu kredit atau debit, dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Pelaku memasang alat skimmer di mesin ATM. Para pelaku kemudian mengambil data para nasabah yang melakukan transaksi. Data-data itu lalu dipindahkan ke ATM kosong. Setelah ATM kosong terisi data, para pelaku melakukan transaksi pengambilan uang seperti biasa.

Dari pengakuan sementara, para pelaku mengatakan uang hasil kejahatan digunakan untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari. Selain memeriksa para pelaku, pihak kepolisian juga sedang berkoordinasi dengan BRI untuk membicarakan kerugian para nasabah.