Usai Menangkap Terduga Teroris Temanggung, Densus 88 Menyita Sejumlah Barang Bukti

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 1/2/2018

“Telah dilakukan upaya penindakan terhadap orang yang diduga pelaku tindak pidana terorisme,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Terduga teroris bernama Sidiq (33) itu diketahui bekerja sebagai pedagang, beralamat di Jalan Agus Salim, Karang Pucung, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah.

Peran Sidiq dalam aksi terorisme, yakni ia diduga menyembunyikan dan memfasilitasi Ageng Nugroho yang merupakan buronan kasus penyelundupan senjata dari Filipina.

“Dia juga mendanai Ageng Nugroho berangkat ke Filipina Selatan,” katanya.

Menurut Iqbal, Ageng Nugroho adalah anggota kelompok Suryadi Mas`ud. Suryadi telah ditangkap polisi pada 2017.

Sejumlah barang bukti disita dari lokasi penangkapan terduga teroris di sebuah toko grosir alat tulis, sepatu, dan sandal di Dusun Bengkal Kidul RT 05/ RW 01 Desa Bengkal, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ketua RW 01 Dusun Bengkal Kidul, Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Slamet Sugiarto di Temanggung, Kamis, mengatakan selain dua orang yang ditangkap, yakni Agung Nugroho dan Zaenal, tim Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Ia menyebutkan barang bukti yang disita, antara lain uang sebanyak Rp28 juta, beberapa buku, majalah, sejumlah `flash disk`, KTP, telepon seluler, dan kartu ATM.

Ia menuturkan biasanya di toko grosir itu ada tiga orang, yakni Agung Nugroho asal Banjarnegara, Zaenal (Bengkal), dan Lucky (Majalengka).

“Saat penangkapan Lucky sedang libur,” kata Slamet yang menjadi saksi dalam penyitaan barang bukti tersebut.

Ia menuturkan bangunan toko tersebut milik Ansor warga asal Temanggung yang kini tinggal di Jakarta.

Ia mengatakan toko tersebut dikontrak oleh Ahmad Yusuf melalui perantara Zaenal yang saat ini menjadi karyawan toko tersebut.

Ia mengatakan penangkapan terhadap mereka berlangsung lancar tanpa perlawanan.

“Saat saya sampai di lokasi, mereka sudah dimasukkan dalam mobil,” ungkapnya.

Saat berlangsung penangkapan, jalan raya Secang-Temanggung yang melintas di depan toko grosir tersebut ditutup untuk semua jenis kendaraan.