Terdakwa Korupsi dana CSR PT Timah Pada Perhelatan Home Stay Fair  Di Vonis MA 6 Tahun Lebih.

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang–Pihak Kejaksaan Negeri Bangka Barat,  Sabtu (3/2/2018) sekira pukul 08.45 Wib dikabarkan telah melakukan eksekusi penangkapan terhadap terpidana kasus korupsi Home Stay Fair Mentok Kabupaten Bangka Barat.

Demikian disampaikan Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland kepada sejumlah wartawan melalui pesan elektronik di WA group wartawan  Kejati Babel, Sabtu (3/2/2018) pagi.

Menurut Roy, Tim Eksekutor Kejari Bangka Barat yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Dr.  Agung Dhedhy Dwihandes,  SH,  MH, Sabtu pagi (3/2/2018) telah berhasil  menangkap terpidana kasus korupsi homestay fair Kabupaten  Bangka Barat Atas nama  Abang Faizal yang saat itu sedang berada di perumahan Citra Land Pangkalpinang.

Penangkapan tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan amar Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1765.K/Pid.Sus/ 2017,  yang di terima Kejari Bangka Barat satu minggu yang lalu.

Adapun amarnya berbunyi :

  1. Menyatakan terdakwa Abang Faizal terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
  2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Abang Faizal dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.
  3. Menjatuhkan hukuman tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 468.100.000 subsidair 1 tahun dan 6 bulan penjara.
  4. Memerintahkan supaya terdakwa ditahan.

“Setelah dilakukan penangkapan, Tim eksekutor langsung mengeksekusi Abg Faizal terpidana kasus korupsi Home Stay Fair Mentok yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 468.100.000. dengan memasukkannya ke LAPAS Tua Tunu di Pangkalpinang,” kata Roy.

Sebelumnya diketahui, pada sidang putusan Abang Faizal di PN Tipikor Pangkalpinang di awal tahun 2017 silam. Abg Faizal divonis penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dan denda Rp.50 juta disertai uang pengganti Rp.465 juta dengan subsider kurungan 1(satu) tahun dan 6 (enam) bulan penjara.

Dengan vonis tersebut, kedua pihak menempuh upaya banding. Pihak Kejari Bangka Barat yang menuntut Abang Faizal pidana penjara selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan terpaksa melakukan upaya banding terhadap putusan majelis hakim yang kurang dari setengah tuntutan jaksa.

Sementara pihak terdakwa melalui pengacara hukumnya tidak menerima putusan PN Pangkalpinang. Sehingga kedua pihak menempuh upaya banding hingga kasasi.