Setya Novanto Didesak Untuk Blak-Blakan Tentang Keterlibatan Ibas Dalam Kasus e-KTP

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Fariz Fachryan meminta Setya Novanto blak-blakan di persidangan terkait dugaan keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Sebab terseretntya nama Ibas dalam kasus e-KTP bermula dari buku hitam milik Setya Novanto yang entah sengaja atau tidak dibuka ketika wartawan berada di dekatnya. Dalam buku itu tercantum nama Ibas dan angka 500.000 dollar AS. Tapi Setya Novanto tidak mau berkomentar ketika ditanya apa arti nama Ibas dan 500.000 dollar AS dalam buku itu. Setya Novanto hanya tersenyum misterius.

Menurut Fariz, bila Setya Novanto memang memiliki bukti tentang dugaan putra Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam kasus e-KTP maka sebaiknya segera dibuka di persidangan.

“Jika Setya Novanto memang mempunyai bukti tentang keterlibatan Ibas disampaikan saja di persidangan. Tapi disertai bukti bukti tentang keterlibatan Ibas,” kata Fariz saat dihubungi wartawan, Kamis (8/2/2018).

Untuk diketahui, Novanto yang kini menjadi terdakwa kasus e-KTP sering menenteng buku hitam berisi catatannya. Di dalam buku hitam itu tercantum nama Ibas.

Fariz melanjutkan, munculnya nama Ibas memang memunculkan polemik baru. Terlebih, sebelumnya nama Ibas tidak pernah disebutkan dalam kasus itu. “Penyebutan Ibas hanya dilakukan oleh Setnov,” ujar dia.

Selain itu, Fariz juga mendesak Setya Novanto agar membuka semua nama yang diduga terlibat dalam kasus ini. Fariz menegaskan, mantan ketua umum Golkar itu harus mengungkap semua nama yang terlibat tanpa terkecuali.

“Saya harap Setnov tidak menutupi keterlibatan orang lain, dibuka saja dalam persidangan dan biar nanti hakim yang menilai,” tandasnya