Proyek Talud Tanjung RU Jadi Bidikan Kejati Babel.

Forumkeadilan.com, Bangka Barat–Proyek pengamanan pantai Tanjung RU yang dibangun  di Desa Bakit Kecamatan Parit Tiga,jebus Kabupaten.Bangka Barat ( Babar ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) yang dikerjakan oleh CV Marina Construction senilai Rp 1.096.712.000 dengan sumber dana ( APBD ) Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tahun 2016 saat ini dikabarkan dalam bidikan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel).

Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland ketika di konfirmasi terkait kabar tersebut mengakui kalau dirinya sudah menyampaikan perihal pemberitaan di beberapa media terkait proyek pengaman pantai Tanjung Ru itu ke Kajati Babel, Aditya Warman.

“Lantaran sudah beberapa kali di mediakan. Ini namanya LI (laporan informasi, red) maka saya berkesimpulan pihak kejaksaan sudah selayaknya untuk menelisik proyek tersebut. Saya sudah sampaikan hal ini ke Pak Kajati. Kita tunggu saja Sprinlidnya,” ungkap Roy, Senin siang ( 5/2/2018).

Seperti diketahui sebelumnya, berbagai elemen masyarakat sempat menyoroti hasil pekerjaan proyek pengaman Pantai Tanjung Ru tahun 2016 yang dikerjakan oleh CV Marina Construction senilai Rp 1.096.712.000 dengan sumber dana ( APBD ) Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tahun 2016 lantaran kwalitas hasil pekerjaan dinilai buruk.

Berdasarkan pantauan forumkeadilan.com belum lama ini, terjadi kerusakan di beberapa titik diantaranya, tanah urugan di belakang Talud sudah mengalami penurunan bahkan sebagian tanahnya amblas, selain itu terlihat juga pada sebagian sisi bangunan gorong gorong sudah terjadi keretakan dan pecah bahkan semen cor atau buis beton penutup lobang gorong-gorong sebagiannya sudah terkikis air laut dan juga ada yang  retak terbelah.

Hal iini juga dibenarkan oleh warga setempat di sela sela peninjauan sejumlah wartawan ke lokasi saat itu.

“Kondisi bangunan talud saat ini memang sudah alami  kerusakan dan juga keretakan bahkan ada yang somplak pada beberapa gorong gorongnya,”akunya.

Terpisah, salah satu sumber forumkeadilan.com yang terpecaya  menyebutkan bahwa gorong gorong yang diisi beton cor tanpa tulangan harusnya kuat tidak mudah retak atau pecah.

“Kalau sampai pecah artinya kualitas beton sebagai pengisi gorong gorong harus di pertanyankan. Kok sampai pecah, ada apa? tanya sumber yang cukup berpengalaman dalam bidang kontruksi ini ketika dimintai tanggapannya terkait kondisi talud Tanjung Ru.

Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland (Romli Muktar)

Disinggung soal keretakan join diantara gorong gorong bawah dengan gorong gorong atas. Dia katakan harus melihat gambar kerjanya terlebih dahulu, kalau hanya numpang saja tanpa ada pengikat satu dengan lainnya bagaimanapun pasti akan terjadi keretakan.

“Karena tidak ada ikatan yang kuat antara gorong gorong yang bawah dengan yang gorong gorong atas. Jadi harus dicermati dulu gambar kerjanya. Kalau memang dalam gambar kerjanya tidak memakai ikatan yang kuat pada join antara gorong gorong bawah dan atas  maka kealpaan ada di perencanaan,” tuturnya.

Ahmad Amsir selaku kades Tanjung Ru yang dihubungi wartawan juga mengakui kalau bangunan pengaman pantai Tanjung Ru tahun 2016 itu sudah banyak mengalami keretakan dan tanahnya amblas.

“Kalau kegiatan 2016 memang benar tanahnya sempat amblas, lantaran kurangnya pemadatan, sehingga pada saat gelombang besar airnya naik kedarat, sehingga kondisi tanah puru yang di uruk mengalami longsor,” terangnya.

Sementara itu, Kepala PU, Perhubungan dan Tata ruang Kabupaten Bangka Barat, Suharli mengklaim kalau pekerjaan proyek pengaman pantai Tanjung Ru kwalitasnya bagus sebab selain pengawasan yang ketat dari pihaknya ( PUPR ) pekerjaan itu sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ).

“Pekerjaan itu ( talud 2016 ) sampai saat ini bagus tidak ada masalah dan sudah diperiksa oleh BPK,” kata Suharli.

Suharli mengakui pihaknya juga ada menerima laporan dari Kades Tanjung Ru, Ahmad Amsir mengenai kondisi tanah timbunan dibelakang talud yang tergerus oleh pasang surut air laut dan gelombang besar namun itu sudah diperbaiki oleh kontraktornya (CV Marina Construction, red ).

“Memang masa pemeliharaannya sudah berakhir tapi kontraktornya justru sudah memperbaiki tanah yang ambles itu,” kata Suharli.

Suharli menambahkan, saat ini kondisi cuaca atau gelombang air laut memang luar biasa besar dan tingginya, namun terhadap bangunan talud itu secara konstruksi sudah tidak bermasalah.

“Seharusnya dari mulai ujung hingga keujung itu sudah dipasang talud agar tanah tidak tergerus (erosi) oleh air laut namun mengingat anggaran kita (Pemkab Babar, red) terbatas sehingga kita lakukan bertahap. Kita anggarkan setiap tahun sesuai dengan kemampuan daerah,” pungkasnya.